Gerombolan Ubur-ubur ‘Serang’ Pantai Ancol, Apakah yang Terjadi? - Jelajah Nasional

Tuesday, October 23, 2018

Gerombolan Ubur-ubur ‘Serang’ Pantai Ancol, Apakah yang Terjadi?

Jelajah Nasional. Warga di Jakarta diramaikan dengan ribuan gerombolan ubur-ubur ‘menyerang’ pantai Ancol, Jakarta Utara. Keberadaan ubur-ubur ini menarik perhatian warga dan mendokumentasikan keberadaan hewan-hewan ini.

Bahkan, pengelola Pantai Ancol, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengeluarkan peringatan ke para pengunjung.

“PERHATIAN. Hati-hati untuk Pengunjung yang Bermain di AIR/BERENANG Agar Menghindari Ubur-ubur. Manajemen Ancol.” Demikian bunyi peringatan yang disampaikan kepada para pengunjung pantai ini.

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Arief Rachman dilansir dari situs resmi LIPI, Sabtu (20/10/2018) menyebutkan pihak sejauh ini menemukan dua jenis ubur-ubur di perairan pantai Ancol. Ubur-ubur ini ternyata merupakan jenis yang berbahaya.

ubur-ubur di Ancol

Arief Rachman mengatakan kedua jenis ubur-ubur ini adalah Phyllorhyza sp. atau Spotted Jelly dan Catostylus sp. atau jelly blubber. Dua jenis ini masuk kategori mild stinger  dengan efek sengatan lemah dan umumnya tidak menimbulkan efek samping selain kulit merah dan gatal.

Selain dua jenis tersebut, Arief menyebut masih ada dua jenis ubur-ubur lainnya yang berada di Teluk Jakarta, yakni Aurelia aurita (moon jellyfish) dan Chrysaora sp. (sea nettle).

Menurut Arief, Aurelia aurita memiliki efek sengatan ringan sementara Chrysaora tergolong  High Stinger yang memilki efek sengatan sangat menyakitkan, diikuti sensasi seperti terbakar, bengkak dan merah pada bagian yang tersengat.

Arief menambahkan, kedua jenis tersebut keberadaannya masih jauh di luar tembok pemecah ombak Ancol namun masyarakat harus waspada.

Pada kasus langka, kata Arief, jika seseorang memiliki alergi berat atau hipersensivitas terhadap racun dari ubur-ubur, sengatannya berpotensi menyebabkan kram, sesak nafas, atau kehilangan kesadaran.

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Arief Rachman

Mengapa ubur-ubur ini muncul? Arief mengatakan pihaknya masih melakukan pengkajian lebih lanjut untuk mengetahui kemunculan hewan-hewan ini. Pihaknya, kata Arief, melihat simulasi dari sampel dengan citra satelit pergerakan arus di laut Jawa dari NASA dan NOAA agar hasilnya valid.

Lebih jauh Arief menjelaskan terdapat sekitar 1700 jenis ubur-ubur di dunia dengan ukuran tubuh mulai berdiameter 1 milimeter sampai 1,5 meter.

Bahkan , hewan ini jenis Ubur-ubur adalah salah satu spesies laut tertua yang sudah melayang-layang di lautan sejak 500 juta tahun silam.

Seperti apakah hewan ini? ubur-ubur memiliki mekanisme pertahanan tubuh dan alat berburu makanan berupa  Nematocyst yang  berbentuk busur panah dengan ukuran sangat kecil. Namun demikian, sel penyengat ini aktif dengan sentuhan dan tetap aktif meski ubur-ubur sudah mati. (asr)

Sumber : Lipi.go.id


Artikel yang berjudul “Gerombolan Ubur-ubur ‘Serang’ Pantai Ancol, Apakah yang Terjadi?” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment