Nasdem Yakin Luhut dan Sri Mulyani Tak Niat Promosikan Jokowi-Ma’ruf | Jelajah Nasional - Jelajah Nasional

Friday, October 19, 2018

Nasdem Yakin Luhut dan Sri Mulyani Tak Niat Promosikan Jokowi-Ma’ruf | Jelajah Nasional

Jelajah Nasional – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan (Mekeu) Sri Mulyani diduga melakukan kampanye terselubung dalam perhelatan IMF-World Bank beberapa waktu lalu. Mereka diduga mengarahkan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde berpose jari satu yang menunjukkan nomor urut pasangan petahana Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Mengenai hal ini, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate menilai apa yang dilakukan oleh kedua menteri itu tidak bisa dikatakan sebagai kampanye terselubung.

“Kami meyakini itu tidak melanggar Undang-undang Pemilu, tidak juga melanggar PKPU,” ujar Johny di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Jumat (19/10).

Nasdem Yakin Luhut dan Sri Mulyani Tak Niat Promosikan Jokowi-Ma'rufMenteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dilaporkan ke Bawaslu atas tuduhan kampanye terselubung di acara IMF-World Bank. (dok. Jelajah Nasional)

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin ini juga yakin, Luhut dan Sri Mulyani tak berniat melakukan kampanye terselubung dengan mempromosikan pasangan calon nomor urut 01.

“Jadi, sejauh ini kami amati tidak ada pelanggaran, karena tidak ada maksud mempromosikan pasangan calon,” pungkasnya.

Sebelumnya, ‎dua menteri Presiden Jokowi, yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati diduga melakukan pelanggaran pemilu.

Dahlan Pido yang melaporkan dua menteri itu ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengatakan‎, tindakan dua menteri ini diduga menunjukan keberpihakan kepada Jokowi selaku capres di Pilpres 2019.

Luhut dan Sri Mulyani diduga telah melanggar Pasal 282 juncto Pasal 238 Ayat (1) dan (2), juncto Pasal 547 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, dengan ancaman pidana tiga tahun penjara serta denda Rp 36 juta.

Adapun pose satu jari itu terjadi saat penutupan International Monetary Fund (IMF)-World Bank pada Minggu (14/10). ‎ Pose satu jari tersebut dilakukan para petinggi seperti Menko Bidang Kemaritiman Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Saat di atas panggung, Christine Lagarde dan Jim Yong Kim berpose dua jari. Sementara Luhut Binsar Pandjaitan mengangkat sepuluh jari, begitu juga dengan Sri Mulyani.

Lalu, Luhut Binsar Pandjaitan mengubah pose dengan mengangkat satu jari, kemudian mengubahnya lagi dengan mengangkat jempol. Lantas orang-orang pun riuh melihat mereka berpose mengangkat jari, terutama melihat Chrstine Lagarde mengangkat dua jari.

Setelah mendengar suara riuh para tamu, Chrsitine Lagarde dan Jim Yong Kim pun ikut mengubah posenya menjadi satu jari. Rupanya, saat momen tersebut, suara percakapan mereka terdengar jelas.

Dalam tayangan Kabar Petang yang diunggah akun YouTube TV One, ternyata suara yang diucapkan Luhut Binsar Pandjaitan dan Sri Mulyani terdengar jelas.

Saat di atas panggung, Sri Mulyani meminta kepada Luhut Binsar Pandjaitan mengarahkan Christine Lagarde mengubah pose dua jarinya. “Jangan pakai dua. Bilang (ke Lagarde), not two,” kata Sri Mulyani.

Dengan cepat Luhut pun menyarankan Lagarde supaya menunjukkan jari satu saat foto bersama. “Not two, not two,” ucapnya diselingi tawa.

Lantas Christine Lagarde dan Jim Yong Kim pun mengubah pose jarinya menjadi satu jari. Seketika itu juga Sri Mulyani memberikan penjelasan kepada Christine Lagarde dan Jim Yong Kim alasan menunjuk jari satu.

‎”Two is for Prabowo, one is for jokowi,” kata Sri Mulyani kepada Chrsitine Lagarde.

(gwn/JPC)


Artikel yang berjudul “Nasdem Yakin Luhut dan Sri Mulyani Tak Niat Promosikan Jokowi-Ma’ruf | Jelajah Nasional” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment