Basis Suara Capres di Sumut, Jokowi Maruf Kuasai Lumbung Suara - Jelajah Nasional

Thursday, November 29, 2018

Basis Suara Capres di Sumut, Jokowi Maruf Kuasai Lumbung Suara

Jelajah Nasional – Berdasarkan hasil survei Peta Kekuatan Capres-Cawapres Menjelang Pemilu 2019 di Sumatera Utara (Sumut) yang dirilis oleh Indopol, Kamis (29/11) di Medan, pasangan Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin memiliki basis dukungan di 21 kabupaten/kota di Sumut. Sedangkan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno memiliki basis dukungan hanya di 12 kabupaten/kota yang umumnya di wilayah Selatan Sumut.

21 Kabupaten/kota yang menjadi basis pendukung Jokowi-Maruf Amin yakni Asahan, Dairi, Dlei Serdang, Karo, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Gunung Sitoli, Pematang Siantar, Langkat, Tebing Tinggi, Batubara, Humbang Hasundutan, Medan dan Tanjung Balai.

Selebihnya merupakan basis suara pasangan Prabowo-Sandiaga Uno yakni di Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, akpak Bharat, Tapanuli Selatan, Binjai, Padang Sidimpuan, Sibolga dan Tanjung Balai.

Basis Suara Capres di Sumut, Jokowi Maruf Kuasai Lumbung SuaraIlustrasi pasangan calon Presiden Jokowi Maruf Amin (Dok.Jelajah Nasional)

“Kedua pasangan calon memiliki basis dukungan yang sama di Kota Tanjung Balai sebesar tiga puluh lima persen,” ungkap Direktur Eksekutif Indopol, Ratno Sulistiyanto.

Dibeberapa daerah, basis dukungan Jokowi-Maruf malah mencapai 100 persen. Seperti di Kabupaten Dairi, Nias, Nias Barat, Tapanuli Utara, dan Toba Samosir. Sementara di Nias Selatan, Nias Utara, Samosir, Karo, Tapanuli Tengah, Pematang Siantar dan Gunug Sitoli persentasenya 95 persen hingga 70 persen basis dukungan Jokowi-Maruf.

Untuk persentase basis Prabowo-Sandi tertinggi hanya berada di angka 70 sampai 60 persen Labuhan Batu Utara, Padang Lawas Utara., Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, dan Pakpak Bharat.

“Pembagian usia, survei ini menunjukkan bahwa sebagian besar semua generasi (usia 17-66 tahun) memilih pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Maruf nilainya diatas lima puluh persen. Sementara pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandi dipilih semua generasi kurang lebih tiga puluh persen lebih,” bebernya.

“Meskipun ada beberapa faktor penyebab berubahnya pilihan antara lain, program-program capres yang lebih meyakinkan. Selain itu masyarakat yakin bahwa, Pemilu akan menghasilkan capres-cawapres yang lebih baik dan percaya kepada janji-janjinya,” tandas Ratno.

Pengamat Politik Univesitas Sumatera Utara (USU), Fernanda Putra Adela mengungkapkan, hasil survei Indopol menunjukkan ada perubahan peta suara antara Jokowi dan Prabowo jika dibandingkan pada hasil Pemilu 2014 lalu.

Pada 2014 lalu, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa di Sumut unggul di 13 kabupaten/kota. Medan sebagai salah satu lumbung suara di Sumut dimenangkan olah Prabowo juga di Labuhan Batu. “Ini seperti pengulangan dimana calon presidennya mereka berdua,” ujar Fernanda.

2019 ini lanjutnya, ada penurunan wilayah Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga. Ada perubahan peta suara pada 2019. Sebab Jokowi-Maruf menguasai kantong-kantong suara di Sumut. “Umumnya Pantai Timur Sumut, Medan, Langkat, Deli Serdang, Serdangbedagai yang dulunya dikuasai Prabowo. Kita ketahui Jokowi berbesan dengan warga Mandailing Natal, tapi tidak berpengaruh pada perolehan malah menurun. Prediksinya akan dimenangkan oleh Jokowi-Maruf Amin,” tandasnya.

(bew/JPC)


Artikel yang berjudul “Basis Suara Capres di Sumut, Jokowi Maruf Kuasai Lumbung Suara” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment