Prabowo Buka Rekening Bantuan Kampanye, Pengamat: Rakyat Aja Susah - Jelajah Nasional

Sunday, November 25, 2018

Prabowo Buka Rekening Bantuan Kampanye, Pengamat: Rakyat Aja Susah

Jelajah Nasional – Pasangan calon presiden-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kerap terjebak dalam diksi kontroversi. Setelah mengaku tidak mendapat pinjaman dari Bank Indonesia (BI), kini kubu itu membuka rekening bantuan kampanye. Berharap dengan rekening bantuan itu bisa menopang biaya kampanye yang tidak sedikit.

Namun langkah mantan danjen Kopassus itu dicibir sebagian kalangan. Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago misalnya. Dia menilai langkah yang ditempuh Prabowo-Sandi membuka rekening bantuan masyarakat hanya bentuk dari politik pencitraan. Sebab dana yang diperoleh dari masyarakat tidak akan cukup untuk membantu membiayai kampanye Pilpres 2019.

“Ya sebenarnya kalau untuk bantuan relawan itu kan rata-rata pencitraan. Karena, dana relawan itu rata-rata berapa si yang terkumpul. Kita kan negara berkembang. Masyarakat untuk hidup aja susah,” kata Pangi kepada Jelajah Nasional, Minggu (25/11).

Prabowo Buka Rekening Bantuan Kampanye, Pengamat: Rakyat Aja SusahCapres Prabowo Subianto saat berpidato di hadapan pendukungnya. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Di satu sisi, Pangi mengapresiasi langkah mantan pangkostrad tersebut membuka rekening bantuan kampanye. Sebab langkah itu sangat ideal, supaya si calon tidak tersandera dalam politik balas jasa atau balas budi. Terutama kepada pemilik modal yang secara sengaja menggelontorkan dananya untuk kampanye salah satu pasangan capres-cawapres. Biasanya personal atau satu pihak yang sengaja menggelontorkan dana tidak sedikit untuk kampanye, maka ada kepentingan di balik itu.

“(Dengan rekening bantuan, red) dia hanya tanggung jawab kepada rakyatnya,” ucap Pangi.

Salah satu contoh rekening bantuan rekening yang pernah terjadi yakni di Amerika Serikat (AS). Di sana rakyatnya sengaja membantu pilpres, bukan untuk pencitraan calon presiden. Di sana rakyatnya sudah memiliki penghasilan lebih.

“Kalau kita (Indonesia, red) kan boro-boro masyarakat menyumbang. Hidup aja susah, akhirnya apa ini untuk citra saja, tapi realiatasnya ini bukan hanya Prabowo, tapi juga Jokowi yang menghimpun dana masyarakat dari dulu kan, tapi apakah betul dari rakyat kan nggak. Ada skenario, desain yang dibuat-buat seolah-olah dana sumbangan relawan padahal nggak ada. Masyarakat ini kan susah,” tegas Pangi.

Melihat realita saat ini, kata Pangi, di Pilpres 2019 tidak mungkin ada pasangan capres-cawapres mendapatkan dana dari masyarakat. Baik petahana maupun lawan petahana. Jikapun ada, itu hanya dari segelintir orang dan kalangan berduit. “Akhirnya tetap saja Jokowi maupun Prabowo tetap bergantung pada pemilik modal,” pungkasnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto berbicara blakblakan di hadapan para relawannya bahwa saat ini dia bersama Sandi dan tim tidak memiliki banyak dana untuk menjalani Pilpres 2019. Agar kampanye ini berjalan sukses, Prabowo meminta bantuan bantuan kepada para relawan. Para relawan diminta untuk menyumbang agar bisa membantu perjuangan Prabowo-Sandi.

“Terpaksa aku minta bantuan dari kalian semua. Karena kita kekurangan dana perjuangan. Kami minta kerelaan yang mau bantu Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu. Kami nanti akan umumkan nama-nama rekening. Kita hanya (bisa) bergantung kepada rakyat,” kata Prabowo di hadapan relawannya di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11).

Prabowo mengaku sempat mencari pinjaman dana ke bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun permintaannya ditolak. Padahal dia mengatakan telah banyak berbuat untuk bangsa dan negara.

“Saya mantan perwira tinggi, saya berjuang untuk republik ini. Keluarga saya berjuang, saya minta kredit dari BI enggak dapat. Saya saja enggak dapat, apa lagi tampang kalian, apa lagi pakai jenggot. Tapi kita tidak gentar, tidak berkecil hati,” ucapnya.

(rdw/JPC)


Artikel yang berjudul “Prabowo Buka Rekening Bantuan Kampanye, Pengamat: Rakyat Aja Susah” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment