Kaji Peluang Investasi di Saudi - Jelajah Nasional

Thursday, December 13, 2018

Kaji Peluang Investasi di Saudi

Jelajah Nasional – Seluruh potensi investasi untuk optimalisasi keuangan haji terus kami kaji. Termasuk masukan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendorong investasi di sektor infrastruktur seperti jalan tol dan pembangkit listrik.

Semua itu jadi masukan berharga. Meskipun hingga saat ini belum ada pihak yang mengajukan tawaran investasi di sektor tersebut.

Kaji Peluang Investasi di SaudiIlustrasi: Anggito menyarankan untuk mengkaji peluang investasi di Saudi. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Yang sudah dilakukan adalah investasi dalam bidang surat berharga, sukuk, dan korporasi. Tentu semua itu sesuai dengan salah satu misi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), yakni melakukan investasi pada imbal hasil yang optimal dengan prinsip syariah dan mempertimbangkan aspek keamanan, kehati-hatian, serta profesionalitas. Juga misi untuk meningkatkan efisiensi dan rasionalitas biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) melalui kerja sama strategis.

Di luar negeri, sudah ada pembicaraan dengan pihak Arab Saudi untuk menanamkan investasi di sana. Bentuknya adalah pembangunan hotel di Madinah. Sesuai dengan masukan dari Pak Wakil Presiden Jusuf Kalla juga, hotel tersebut harus dekat dengan Masjidilharam. Sehingga bisa lebih diminati jamaah untuk haji dan umrah. Rencana pembangunan hotel itu sudah ada. Bahkan, tempat atau lokasi pun sudah tersedia. Tapi, kami berhati-hati dan masih kami hitung kembali.

Selain hotel, ada pula permakanan atau katering dan jasa transportasi. Misalnya penjajakan kerja sama dengan Aerowisata, anak usaha Garuda Indonesia. Perusahaan itu bergerak di bidang food service, hotel, travel, transportasi, dan logistik. Ada juga pembicaraan dengan anak usaha PT Pertamina, Patra Niaga. Begitu pula halnya dengan Yayasan Kesejahteraan Pegawai BRI yang juga berniat investasi hotel di Arab Saudi.

Realisasi investasi itu masih terus dalam pembicaraan. Sudah ada pembicaraan terkait penawaran. Tapi, nilai pastinya belum. Investasi penerbangan juga sudah dijajaki. Bentuknya memang long-term list. Bukan hanya untuk haji dan umrah, tapi juga penerbangan umum.

Hingga tahun ini, nilai dana kelolaan BPKH sudah menyentuh angka Rp 110 triliun. Dana tersebut meningkat sekitar Rp 10 triliun dibanding jumlah dana yang dimutasikan dari rekening Kemenag ke BPKH pada Januari 2018. Artinya, ada penambahan dana Rp 1 triliun tiap bulan. Karena itu, BPKH optimistis mencapai target dana kelolaan Rp 150 triliun pada lima tahun ke depan.

Hingga saat ini investasi di luar negeri sekitar 20 persen. Sedangkan deposito di dalam negeri sekitar 50 persen. Tahun depan akan dikurangi investasi yang deposito bank. Begitu pula sukuk, akan dikurangi. Tahun depan juga akan jatuh tempo sukuknya. Dan akan kita masukkan investasi langsung untuk luar negeri itu. 

*) Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji

Disarikan dari wawancara dengan Anggito Abimanyu oleh Juneka S.M. seusai pembukaan raker BPKH pada Rabu (12/12).

(*/c9/oni)


Artikel yang berjudul “Kaji Peluang Investasi di Saudi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment