Sesal Petinggi Kementerian PUPR Saat Sejumlah Pejabatnya Kena OTT KPK - Jelajah Nasional

Sunday, December 30, 2018

Sesal Petinggi Kementerian PUPR Saat Sejumlah Pejabatnya Kena OTT KPK

Jelajah Nasional – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyesalkan dan terkejut atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap oknum pegawai pada Satuan Kerja (Satker) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Strategis dan Satker Tanggap Darurat Permukiman.

Operasi senyap tim KPK dilakukan terhadap sejumlah pegawai di lingkungan Kementerian PUPR terkait diduga menerima suap dari pihak penyedia jasa.

Dalam belanja infrastruktur setiap tahunnya, Kementerian PUPR melaksanakan 10,000 hingga 11,000 paket pekerjaan, baik konstruksi maupun konsultansi, dibawah tanggung jawab 1.165 Satker dan 2.904 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh 888 Kelompok Kerja (Pokja) dengan jumlah anggota 2.483 orang.

Sesal Petinggi Kementerian PUPR Saat Sejumlah Pejabatnya Kena OTT KPKIlustrasi barang bukti hasil Operasi Tangkap Tangan KPK (DOK.JAWAPOS.COM)

“Kementerian PUPR menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK atas 4 oknum pegawai pada kedua Satker tersebut. Kami juga akan bersikap kooperatif untuk membantu memberikan data dan keterangan yang dibutuhkan oleh KPK dalam rangka mengidentifikasi status, proses dan progres kegiatan proyek SPAM Umbulan-3 Pasuruan, Toba 1, Lampung, Katulampa, serta Palu, Sigi dan Donggala,” ujar Kepada Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/12).

Pihaknya secepatnya akan melakukan penggantian pejabat pada kedua Satker di atas guna memastikan penyelesaian tugas-tugas pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di bidang air minum, serta memastikan penanganan kondisi darurat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya.

“Melakukan pengkajian terhadap pemutusan kontrak pekerjaan dengan penyedia jasa terkait dugaan kasus penyuapan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.

Disamping itu, lanjutnya, mempertimbangkan untuk memberikan pendampingan hukum kepada oknum pegawai terkait selama berlangsungnya proses hukum.

“Menjadikan peristiwa OTT KPK sebagai momentum untuk lebih meningkatkan pengawasan dalam proses pengadaan barang dan jasa yang lebih tertib, profesional, transparan dan akuntabel, serta untuk meningkatkan pengawasan pelaksanaan pekerjaan secara internal maupun eksternal agar tidak terjadi kasus serupa di kemudian hari,” tandasnya.

(mys/JPC)


Artikel yang berjudul “Sesal Petinggi Kementerian PUPR Saat Sejumlah Pejabatnya Kena OTT KPK” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment