TNI Hingga Tokoh HAM Rayakan Natal Bersama Warga Mbua - Jelajah Nasional

Tuesday, December 25, 2018

TNI Hingga Tokoh HAM Rayakan Natal Bersama Warga Mbua

Jelajah Nasional – Perayaan Natal di Kabupaten Nduga nyatanya berlangsung aman dan damai walaupun personel TNI-Polri masih bersiaga di sana. Malahan, mereka merayakannya secara bersama-sama.

Hal ini terlihat di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (24/12) kemarin. Masyarakat merayakan Natal bersama Danrem 172/PWY Kolonel Inf J Binsiar P Sianipar, anggota TNI-Polri, pers dan pembela HAM.

“Ketua Koordinator Gereja KINGMI Kabupaten Nduga, Pendeta Nataniel Tabuni tegaskan dalam khotbahnya bahwa kita harus berdamai dan minta Pemulihan dari Tuhan,” ujar Direktur Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua Matius Murib dalam pesan singkatnya, Selasa (25/12).

TNI Hingga Tokoh HAM Rayakan Natal Bersama Warga MbuaMasyarakat merayakan Natal bersama Danrem 172/PWY Kolonel Inf J Binsiar P Sianipar, anggota TNI-Polri, pers dan pembela HAM (Istimewa)

Sayangnya warga Distrik Yigi kemarin sudah mulai kembali ke kediamannya. “Sebagian dan lebih banyak masih mengungsi di hutan belantara, hingga saat ini belum sempat dikunjungi,” ujarnya.

Ya, hingga kini belum diketahui nasib warga Yigi yang mengungsi ke hutan pascapenyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKSB) beberapa waktu lalu. “Mungkin ada anak kecil yang sakit dan meninggal,” duga Matius.

Namun ia mengatakan, setelah ibadah hari ini, pihak gereja akan mencoba kunjungan dari Mbua ke Distrik Yogi dan mengajak warga kembali ke kampung dan memberikan rasa aman. “Kita harus hentikan kekejaman dan hormati hak hidup setiap orang di tanah Papua, save Ndugama,” katanya.

Sekadar informasi, Gubernur Papua Lukas Enembe sempat meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menarik semua pasukan atau personel TNI dan Polri dari Kabupaten Nduga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019.

Menurutnya, permintaan itu juga telah mendapat restu dari pimpinan dan anggota DPRP, MRP, tokoh gereja, adat, aktivis HAM, Pemkab dan masyarakat Nduga. Lukas berpendapat, kehadiran personel TNI dan Polri di Nduga kurang tepat dengan waktu perayaan Natal yang sudah dekat, sehingga ada baiknya ditarik dari Kabupaten Nduga.

“Masyarakat mau merayakan Natal. Ini momen Natal, tidak boleh ada TNI dan Polri di sana,” tegasnya usai mengkuti rapat Paripurna V di Dewan Perwakilan Rakyat Papua di Kota Jayapura, Kamis (20/12).

(dna/JPC)


Artikel yang berjudul “TNI Hingga Tokoh HAM Rayakan Natal Bersama Warga Mbua” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment