69 Persen Penghuni Lapas Belum Masuk DPT - Jelajah Nasional

Friday, January 18, 2019

69 Persen Penghuni Lapas Belum Masuk DPT

Jelajah Nasional – Jelang pelaksanaan Pemilu 2019, upaya perekaman data untuk kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) terus digencarkan. Khususnya di tempat-tempat dengan angka perekaman e-KTP yang masih rendah. Salah satunya adalah lembaga pemasyarakatan (lapas).

Mulai kemarin (17/1), dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil) di seluruh Indonesia jemput bola secara serentak ke lapas-lapas. Di Jakarta, simbolisasi upaya itu digelar di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk menjamin hak konstitusional warga binaan. Sebab, perekaman menjadi syarat mendapat hak pilih.

69 Persen Penghuni Lapas Belum Masuk DPTSuasana perekaman e-KTP di lapas (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

“Agar seluruh warga binaan bisa menunaikan hak konstitusionalnya pada tanggal 17 April nanti,” ujarnya. Perekaman data juga dilakukan untuk tujuan penertiban. Sebab, banyak narapidana dan tahanan yang belum tertib administrasi.

Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan, jumlah narapidana dan tahanan di seluruh Indonesia mencapai 255.771 orang. Terdiri atas 70.862 tahanan dan 184.909 narapidana. Sementara itu, yang tercatat dalam DPT baru 79.763 orang atau 31 persen dari total penghuni. “Sehingga masih ada 69 persen yang belum terdata dalam DPT,” ujarnya.

Ketua KPU Arief Budiman menambahkan, narapidana atau tahanan yang belum terdata dalam DPT tidak perlu khawatir. Sebab, masih ada mekanisme daftar pemilih khusus (DPK).

“Kemudian, warga di tempat-tempat tertentu seperti di lapas ini. Maka, ada mekanisme daftar pemilih tambahan,” ujarnya. 

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : (far/c11/fat)


Artikel yang berjudul “69 Persen Penghuni Lapas Belum Masuk DPT” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment