Aksi Solidaritas Ahmad Dhani, Fadli Zon: Lonceng Kematian Demokrasi - Jelajah Nasional

Wednesday, January 30, 2019

Aksi Solidaritas Ahmad Dhani, Fadli Zon: Lonceng Kematian Demokrasi

Jelajah Nasional – Penahanan musisi sekigus Politisi Gerindra, Ahmad Dhani di rumah tahanan (rutan) Cipinang, dinilai sebuah tindakan intimidatif dan diskriminatif atas penegakan hukum di bawah rezim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Aparat hukum dinilai tebang pilih dalam menegakkan hukum. Penegakan hukum di era rezim Jokowi ini hanya tajam kepada lawan politik, tapi tumpul kepada kubu yang mendukung pemerintah.

Pernyataan tersebut menggelora saat tim relawan pemenangan pasangan capres cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga menggelar aksi solidaritas Ahmad Dhani di Kantor DPP Gerindra di Jalan Harsono 54, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (30/1).

Aksi Solidaritas Ahmad Dhani, Fadli Zon: Lonceng Kematian DemokrasiTokoh politik, aktivis, dan tim relawan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menggelar aksi solidaritas Ahmad Dhani di Kantor DPP Gerindra, Rabu (30/1). (Wildan Ibnu Walid/ Jelajah Nasional)

Aksi solidaritas untuk Ahmad Dhani itu dihadiri oleh tim sejumlah tim Badan Pemenangan Prabowo-Sandi yaitu, Fadli Zon, Derry Sulaiman, Bumi Yani, dan sejumlah aktivis Partai Gerindra. Selain itu, Neno Warisman, Sang Elang dan istri Ahmad Dhani, Mulan Jameela turut hadir di lokasi meski terlambat.

Aksi Solidaritas itu diinisiasi oleh Fadli Zon. Dalam sambutannya dia menyampaikan bahwa penahanan Ahmad Dhani adalah lonceng kematian demokrasi di Indonesia.

Kondisi itu sangat memprihatinkan kondisi demokrasi di era reformasi. Padahal, kata Fadli, Indonesia sudah memasuki era demokrasi sejak 20 tahun silam.

“Sekali lagi, integritas penegakan hukum di bawah pemerintahan Joko Widodo benar-benar dalam kondisi memprihatinkan. Lebih dari itu, kondisi semacam ini menandakan kematian lonceng demokrasi,” ujar Fadli Zon saat menyampaikan pidato Aksi Solidaritas Ahmad Dhani.

Dia pun bercerita kondisi Ahmad Dhani saat membesuknya di Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Fadli datang bersama keluarga Ahmad Dhani dan rekannya Neno Warisman.

Di rutan, Fadli mengaku berbicara kepada Kepala Rutan Cipinang. Hasil perbincangannya, diketahui bahwa kapasitas Rutan Cipinang mengalami kelebihan kapasitas. Dia pun menyaksikan sendiri bagaimana tahanan ditempatkan secara tidak manusiawi.

Bahkan, blok tahanan yang dihuni Ahmad Dhani bisa sampai 300 orang. Bahkan, tempat untuk MCK di dalam tahanan dibiarkan secara terbuka.

“Saya melihat sendiri, tempatnya seperti kotak begitu. Satu blok bisa sampai ratusan orang. Ya ini lah karya pemerintahan dari Jokowi. Tempat Pak Dhani bisa sampai 300 orang. Tempat untuk MCK terbuka, tapi ada pembatasnya,” kata Fadli Zon.

Dia menilai, kasus hukum yang dialami Dhani itu betul-betul hukum digunakan sebagai manuver politik dan alat kekuasaan. Fadli mengatakan, penahanan tersebut sebagai upaya pembungkaman karena Ahmad Dhani sangat nyaring mengkritik pemerintah dan berdiri kokoh di sisi lawan petahana.

Menurutnya, pasal yang disangkakan terkait ujaran kebencian atau pernyataan di medsos pada 7 Februari 2017 yang berisi: Yg menistakan Agama si Ahok… yg di adili KH Ma’ruf Amin…ADP tersebut tidak menunjukkan kepada siapa.

“Kalau kirim pesan tapi tidak ada alamatnya ke mana itu nggak akan nyampe. Lalu, siapa yang didiskriminasi oleh Ahmad Dhani,” tambahnya.

Dalam aksi solidaritas Ahmad Dhani itu, mereka membacakan petisi yang isinya mendesak kepada aparat penegak hukum untuk membebaskan Ahmad Dhani.

Sebelumnya, majelis hakim PN Jakarta Selatan membacakan amar putusan terdakwa Ahmad Dhani dengan dakwaan pasal 45 huruf a juncto pasal 28 ayat 2 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Senin (28/1).

Pasal itu berbunyi, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa benci atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). 

Musisi kondang yang juga politikus Partai Gerindra itu divonis bersalah dengan hukuman penjara 1,5 tahun.

Editor           : Bintang Pradewo

Reporter      : Wildan Ibnu Walid


Artikel yang berjudul “Aksi Solidaritas Ahmad Dhani, Fadli Zon: Lonceng Kematian Demokrasi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment