Dikritisi Prabowo 3 Masalah Pendidikan, Ini Jawaban Anak Buah Jokowi - Jelajah Nasional

Tuesday, January 15, 2019

Dikritisi Prabowo 3 Masalah Pendidikan, Ini Jawaban Anak Buah Jokowi

Jelajah Nasional – Dalam pidato kebangsaan yang disampaikan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, dikatakan bahwa ia berjanji bakal fokus meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial. Prabowo menyinggung perbaikan gaji guru termasuk hak para honorer. Selain itu ia pun berjanji akan memberikan beasiswa serta apresiasi bagi siswa, santri, serta atlet.

Merujuk pada narasi tersebut, bagaimana kondisi kesejahteraan dan kualitas hidup yang disinggung Prabowo itu pada saat ini?

Dikritisi Prabowo 3 Masalah Pendidikan, Ini Jawaban Anak Buah JokowiCalon Presiden Prabowo Subianto (DOK.JAWAPOS.COM)

Gaji Guru dan Honorer
Bicara masalah gaji, besaran gaji yang diterima oleh guru honorer dan guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) tentunya jauh berbeda. Untuk guru yang berstatus PNS dengan golongan tertinggi gaji bersihnya per bulan Rp 4,8 juta per bulan. Sedangkan tunjangan sertifikasi sebesar Rp 3,8 juta hingga Rp 4 juta. Jika guru PNS sudah mendapat sertifikasi maka gaji bersih yang didapat bisa mencapai Rp 9 jutaan.

Besaran itu tentu berbeda dengan gaji guru honorer K2 di sekolah negeri. Namun, pemerintah memberikan kesempatan bagi para guru honorer K2 untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sebanyak 159.000 pada awal Februari mendatang.

Mekanisme seleksi tidak jauh berbeda dengan seleksi CPNS. Namun tingkat kesulitannya akan ada penyesuaian. Disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, seleksi 159.000 posisi itu bisa diikuti oleh guru honorer K2 yang telah diverifikasi.

“Guru PPPK ini seperti apa, perlu dijelaskan. Selain itu, masyarakat masih berpikiran PPPK sama dengan honorer. Padahal kan berbeda,” terangnya saat ditemui di Kompleks Istana, Jakarta.

Dengan dinaikkannya honorer K2 menjadi PPPK, maka gaji yang akan diterima pun akan setara dengan guru PNS. Hanya saja tidak ada pengangkatan PPPK menjadi PNS secara otomatis. Apabila ingin menjadi PNS harus mengikuti jalur tes PNS.

Selain itu, PPPK mengisi pos-pos jabatan fungsional seperti auditor, guru atau pustakawan. Mereka bisa masuk dari jalur awal, tengah atau yang tertinggi. Sedangkan PNS mengisi jabatan structural dan dimaksudkan sebagai policy maker.

Beasiswa
Mengenai beasiswa, pemerintah menyatakan komitmen melalui pemberian Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini diinisiasi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sejak era Presiden SBY.

Tahun ini, pemerintah akan menambah anggaran LPDP tahun depan sebesar Rp 20 triliun. Penambahan anggaran diharapkan akan meningkatkan kuota penerimaan beasiswa tersebut.

Pada tahun ini, LPDP menetapkan kuota penerima beasiswa mencapai 4.000 orang dengan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 35 triliun. Maka dari itu, tahun depan bisa dipastikan kuota ini akan bertambah.

Beasiswa LPDP terbagi ke dalam enam jenis, yaitu beasiswa Reguler, beasiswa Disertasi, beasiswa Dokter Spesialis, beasiswa Afirmasi, beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) dan program Co-Funding.

Beasiswa afirmasi terdiri dari beasiswa Daerah Tertinggal, beasiswa Alumni Bidikmisi Berprestasi, beasiswa Individu Berprestasi dari Keluarga Miskin/Prasejahtera, beasiswa Prestasi Olahraga, Seni, Kebudayaan dan Keagamaan, beasiswa Penyandang Disabilitas, beasiswa PNS/ TNI/POLRI, beasiswa Santri, beasiswa Prestasi Olimpiade Bidang Sains, Teknologi dan Keterampilan / Talent Scouting.

Istimewakan Santri
Pemerintah juga membuka jalan selebar-lebarnya bagi para santriwan/santriwati yang ingin mendapatkan beasiswa LPDP.

Sri Mulyani menuturkan Presiden Joko Widodo pernah menyampaikan kalau bisa pemerintah dapat memberikan afirmasi bagi para santri. Dan menurut Mantan Direktur Bank Dunia tersebut itu adalah keputusan politik yang ‘make sense’. Dia menuturkan apabila Indonesia hanya melakukan kompetisi dengan satu cara saja maka itu tidak adil.

“Tahun ini pembukaan seleksinya saya senang sekali lihat contohnya. Bahkan sebelum afirmasi saja ada santri yang lolos. Seperti yang dapat LPDP di Sydney. Saya harap teman-teman ikut yang terbuka silahkan, tapi yang 100 ini (khusus) untuk para santri,” terangnya.

Editor           : Mohamad Nur Asikin

Reporter      : Uji Sukma Medianti


Artikel yang berjudul “Dikritisi Prabowo 3 Masalah Pendidikan, Ini Jawaban Anak Buah Jokowi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment