Dua Penggiat Antikorupsi Batal Jadi Panelis Debat Capres-cawapres - Jelajah Nasional

Sunday, January 6, 2019

Dua Penggiat Antikorupsi Batal Jadi Panelis Debat Capres-cawapres

Jelajah Nasional – Tak lama lagi debat kandidat presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 dilaksanakan. Kemarin (5/1) enam panelis yang disepakati KPU dan kedua tim pemenangan berkumpul dan menyusun daftar pertanyaan yang akan disampaikan kepada kedua paslon. Tema debat untuk edisi pertama yang berlangsung 17 Januari mendatang itu adalah hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Berbeda dengan debat kandidat pada 2014, kali ini KPU memutuskan untuk membuka daftar pertanyaan panelis sebelum hari H. Rencananya paling lambat Kamis (10/1) tim pemenangan kedua kubu diundang untuk menerima daftar pertanyaan. ”Jadi, seperti bank soal begitu,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, kemarin.

Dari seluruh pertanyaan yang ada, saat debat nanti setiap kandidat memilih tiga pertanyaan secara acak. Arief mengatakan, pertimbangan utamanya adalah debat merupakan salah satu metode kampanye yang tentu saja di dalamnya ada penyampaian visi-misi. Dengan begitu, paslon diberi kesempatan mempersiapkan jawaban terbaik untuk seluruh pertanyaan.

Dua Penggiat Antikorupsi Batal Jadi Panelis Debat Capres-cawapresDua pasangan calon presiden-cawapres pada saat pengambilan nomor urut. (Issak Ramdhani/Jelajah Nasional)

”Kalau ada pertanyaan yang nggak bisa dijawab detail, itu sebenarnya tujuan dan inti dari kampanye tidak tercapai,” lanjutnya.

Enam panelis dalam debat kali ini sudah disepakati dua pihak. Empat di antaranya usulan KPU. Yakni, Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, mantan Ketua MA Bagir Manan, dan pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana. Sementara itu, usulan paslon 01 adalah pakar hukum tata negara dan administrasi negara Bivitri Susanti. Lalu, usulan paslon 02 adalah pakar hukum tata negara Margarito Kamis.

Ada dua nama yang sebelumnya masuk daftar panelis debat yang akan dilangsungkan di Hotel Bidakara, Jakarta, itu, tetapi ditarik. Yakni, Koordinator ICW Adnan Topan Husodo yang diusulkan paslon 01 dan mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) yang merupakan usulan paslon 02.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno Priyo Budi Santoso menuturkan, penarikan dilakukan karena Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf mengirim surat ke KPU yang menyatakan keberatan dengan BW. ”Salah satu konsekuensinya, mereka harus ngedrop juga salah satu antara Bivitri atau Adnan,” ujarnya. 

Editor      : Ilham Safutra
Reporter : (byu/tyo/c10/ali)


Artikel yang berjudul “Dua Penggiat Antikorupsi Batal Jadi Panelis Debat Capres-cawapres” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment