Haris Pertanyakan Alasan Jokowi Beri Remisi pada Pembunuh Jurnalis - Jelajah Nasional

Sunday, January 27, 2019

Haris Pertanyakan Alasan Jokowi Beri Remisi pada Pembunuh Jurnalis

Jelajah Nasional – Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi pada I Nyoman Susmara pelaku pembunuhan terhadap wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group) AA Gde Narendra Prabangsa, terus menuai kecaman.  

Susmara, seharusnya dipenjara Seumur Hidup. Namun Jokowi mengampuninya dan hukuman si pembunuh itu berubah menjadi pidana penjara selama 20 tahun.

Jokowi DikecamAksi mengecam Remisi Pembunuh Jurnalis digelar sejumlah wartawan untuk mendesak Jokowi mencabut remis yang telah diberikannya. (Miftahul Hayat/Jelajah Nasional)

Mantan Ketua Advokasi Prabangsa, Rofiqi menilai, tindakan presiden memberikan remisi terhadap Susmara bukti Jokowi tidak menghargai kebebasan pers. Sebab Prabangsa dibunuh karena pada 2009 silam ia memberitakan soal dugaan korupsi di Kabupaten Bangli, tempat kelahirannya.

“Karena ini kan adalah hal yang berat untuk kalangan pers. Pelaku jelas sangat mengancam kebebasan pers dan sudah terbukti di pengadilan,” kata Rofiqi kepada Jelajah Nasional, Minggu (27/1).

Rofiqi yang juga sempat bekerja dengan Prabangsa di salah satu media lokal di Bali menilai sosok Prabangsa adalah seorang wartawan pekerja keras. Dia menyebut, Prabangsa adalah seorang yang mudah dekat dengan teman-teman wartawan.

“Secara pribadi tidak punya musuh, pekerja keras sebagai wartawan,” ucapnya.

Rofiqi menuturkan, Prabangsa saat masa hidupnya memang bertugas di Kota Denpasar. Namun dia kerap kali menulis mengenai Kabupaten Bangli.

“Kebetulan dia kan aslinya dari Bangli sehingga punya perhatian khusus terhadap daerahnya. Jadi meskipun dia di Denpasar sering nulis berita tentang Bangli, termasuk yang dianggap menjadi pemicu kejadian korupsi itu,” bebernya.

Kendati Jokowi telah memberikan remisi terhadap pelaku pembunuhan Prabangsa, namun Rofiqi mengaku belum ingin menggugat Kepres 29 Tahun 2018 ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Tim advokasi ini kan sudah lama enggak aktif, karena kan kita anggap tadinya sudah final, ini kita belum melihat lagi, tapi saya kira teman-teman AJI menadvokasi menyuarakan soal ini, teman-teman AJI akan koordinasi dengan Radar Bali tempat kerjanya,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar menilai, pemberian remisi terhadap  Susmara tidak mendidik. Dia menyebut, remisi tersebut seperti pemerintah sedang pamer kekuasaan.

“Buat saya, ini semua tidak mendidik. Hanya menunjukan kekuasaan semata,” ujar Haris.

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) ini menuturkan, seharusnya Jokowi dapat memberikan alasan kepada publik terkait pemberian remisi terhadap pelaku pembunuhan yang dipidana seumur hidup. 

Sebab pemberian remisi terhadap pelaku pembunuhan merupakan sikap serius. Karena untuk memberikan remisi perlu pertimbangan mendalam, sehingga tidak memunculkan polemik di tengah masyarakat.

“Rumusnya, jika hukum dilampaui harus atas dasar yang mulia dan teruji dihadapan publik. Hal ini dikarenakan hukum pidana menyangkut rasa keadilan publik,” tegasnya.

Editor           : Dimas Ryandi

Reporter      : Muhammad Ridwan


Artikel yang berjudul “Haris Pertanyakan Alasan Jokowi Beri Remisi pada Pembunuh Jurnalis” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment