Kemenag Beberkan Bentuk Kejahatan Biro Travel Umrah Selama Ini - Jelajah Nasional

Sunday, January 20, 2019

Kemenag Beberkan Bentuk Kejahatan Biro Travel Umrah Selama Ini

Jelajah Nasional – Regulasi acuan harga minimal paket umrah Rp 20 juta per jamaah ternyata belum menjamin hilangnya praktik kejahatan yang berkedok umrah. Kementerian Agama (Kemenag) pun membahas penyelesaian 15 kasus penyelenggaraan umrah dengan beragam modus.

Pembahasan itu dilaksanakan pada 16-17 Januari lalu di Jakarta. Namun, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag M. Arfi Hatim belum bisa membeberkan secara detail kasus-kasus itu.

“Sedang dalam proses oleh tim. Nanti di-publish kalau sudah ditetapkan (kesalahan dan sanksinya, Red),” kata Arfi.

Kemenag Beberkan Bentuk Kejahatan Biro Travel Umrah Selama IniFirst Travel salah satu biro travel umrah yang sangat merugikan jamaahnya karena gagal memberangkatkan jamaah umrah. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Dia menuturkan, ada beragam kasus penyelenggaraan umrah tersebut. Salah satunya, kasus peminjaman legalitas perizinan sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) kepada biro travel non-PPIU. Ada pula kasus penelantaran jamaah karena tidak disediakannya tiket kembali ke tanah air. Selain itu, ada kantor cabang PPIU yang tidak memiliki izin atau dokumen pengesahan.

Arfi mengatakan, sanksi yang dijatuhkan kepada sejumlah PPIU tersebut sesuai dengan kadar kesalahan masing-masing. Meskipun belum dirilis secara resmi, dia menjelaskan, rekomendasi tim dari Kemenag sudah keluar. Rekomendasi pemberian sanksi tersebut berjenjang. “Mulai peringatan tertulis hingga pencabutan izin,” katanya.

Dia menambahkan, ada kasus penyelenggaraan umrah yang melibatkan PPIU atau biro travel umrah resmi dan provider visa umrah. Arfi berharap sanksi itu bisa memberikan efek jera. Dengan begitu, tidak ada lagi biro travel umrah resmi yang coba-coba melanggar.

Dia lantas mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih PPIU atau biro travel umrah. Caranya, pertama, memastikan bahwa biro travel yang dituju resmi punya izin dari Kemenag sebagai PPIU. “(Sebaiknya, Red) mendaftar langsung ke kantor PPIU tanpa melalui perantara,” katanya.

Kemudian, ketika sudah memilih PPIU, harus ada perjanjian tertulis. Dalam perjanjian tersebut, biasanya diatur paket umrah yang ditentukan. Selain itu, ada keterangan soal jadwal keberangkatan, maskapai yang digunakan, serta akomodasi selama berada di Makkah dan Madinah.

Arfi membenarkan bahwa Kemenag sudah menetapkan harga referensi paket umrah terendah Rp 20 juta per jamaah. Harga itu bertujuan meminimalkan potensi penipuan. Dengan harga tersebut, Kemenag berupaya agar semua hak jamaah umrah terpenuhi. 

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : (wan/c11/oni)


Artikel yang berjudul “Kemenag Beberkan Bentuk Kejahatan Biro Travel Umrah Selama Ini” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment