Penerima Remisi dari Keppres 29/2018 Pelaku Pembunuhan Berencana - Jelajah Nasional

Saturday, January 26, 2019

Penerima Remisi dari Keppres 29/2018 Pelaku Pembunuhan Berencana

Jelajah Nasional – Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29 Tahun 2018 tentang pemberian remisi berupa perubahan dari pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara untuk 115 narapidana (napi) berpotensi berdampak luas. Sebab, bukan hanya keluarga korban pembunuhan yang dilakukan I Nyoman Susrama yang bisa melayangkan protes. Tapi juga keluarga korban pembunuhan yang dilakukan 114 napi lainnya.

Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur menyatakan, keluarga korban pembunuhan yang dilakukan 114 napi penerima remisi dipastikan merasakan kesakitan yang sama dengan keluarga AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, wartawan Jawa Pos Radar Bali yang dibunuh Susrama dkk.

“Dalam keppres untuk 115 orang (penerima remisi pidana penjara sementara, Red) itu rata-rata (kasusnya) pembunuhan berencana. Pembunuhan yang menurut masyarakat dirasa sangat sadis,” kata Isnur kepada Jawa Pos kemarin (26/1).

Penerima Remisi dari Keppres 29/2018 Pelaku Pembunuhan BerencanaAksi protes terhadap remisi bagi pembunuh Prabangsa, wartawan Jawa Pos Radar Bali (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Berdasar Keppres 29/2018 yang diterima Jawa Pos, memang seluruhnya merupakan napi dengan kasus pembunuhan.

Dari jenis pidana-pidana itu, hampir semua korban dibunuh secara keji. Selain pembunuhan Prabangsa pada 2009, ada pula kasus pembunuhan sadis oleh napi penerima remisi Delistian Sitohang terhadap Iskandar Tansu dan istrinya, Auw Lie Min, di Medan pada 2007. Delistian yang berada di nomor urut 33 dalam Keppres 29/2018 itu membunuh pasangan suami istri tersebut dengan cara melindas mereka.

Isnur mengatakan, Keppres 29/2018 bakal lebih meledak bila keluarga-keluarga korban kompak menolak remisi untuk para pembunuh anggota keluarganya. Tentu saja dukungan terhadap pembatalan remisi untuk Susrama bakal meluas ke pembatalan keppres yang diteken Presiden Joko Widodo itu. “Saya pikir kalau korban yang lain tahu, ini (polemik keppres, Red) akan meledak,” ucapnya.

Presiden, tambah Isnur, semestinya menghormati rasa keadilan dengan membatalkan remisi untuk napi-napi pembunuhan sadis. 

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : (tyo/c9/oni)


Artikel yang berjudul “Penerima Remisi dari Keppres 29/2018 Pelaku Pembunuhan Berencana” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment