Rujuk Prabowo-Titiek hanya karena Politik? - Jelajah Nasional

Friday, January 11, 2019

Rujuk Prabowo-Titiek hanya karena Politik?

prabowo-titiek-rujuk-politik

Ada yang menarik selama pendaftaran capres-cawapres 2019 di kantor KPU pada Jumat (10/8), khususnya di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dari pantauan IDN Times, mantan istri Prabowo, Siti Hediati Haryadi alias Titik Soeharto ikut mengantar Prabowo-Sandi ke kantor KPU Pusat, Menteng, Jakarta Pusat.

Maka, rumor lama pun kembali meluas. Titik Soeharto akan rujuk dengan Prabowo. Bahkan, Prabowo pun tidak segan menyebut nama mantan istrinya sebagai salah satu pihak yang mendukung koalisi Prabowo-Sandiaga.

Maka, seperti mengulang Pilpres tahun 2014, dorongan agar mereka kembali rujuk mencuat lagi. Apakah ini sekedar isu yang dihembuskan untuk menaikan elektabilitas atau memang mereka benar-benar memiliki rasa cinta?

“Jadi ini mencoba dibangun sebuah harapan Prabowo menjadi pemimpin yang sempurna. Cuma yang menimbulkan tanda tanya kenapa harapan rujuk itu muncul jadi seperti ritual lima tahunan, setiap lima tahun sekali isu rujuk kembali,” kata pakar politik M Qodari kepada wartawan, Senin (6/8/2018).

Menjelang Pilpres 2014, memang isu yang sama pernah muncul. Kala itu bahkan bisa dibilang ekstrem.

“Pengalaman 2014 lalu itu kan sampai diisukan mau menikah lagi dan itu mepet pilpres. Itu menimbulkan kesan bahwa isu rujuk itu komoditas politik,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer ini.

“Prabowo yang sampai hari ini masih seorang diri, yang kalau misalnya terpilih sebagai presiden itu tak punya ibu negara. Jadi memang itu kelemahan Pak Prabowo dibandingkan Pak Jokowi,” kata Qodari.

Qodari mengatakan pemimpin dicitrakan sebagai manusia atau sosok yang sempurna. Nah, salah satu tanda kesempurnaan, masih kata Qodari, adalah keluarga yang utuh dan harmonis.

drama-rujuk-prabowo-titiek

“Dalam hal ini, ada kontras antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Kalau Pak Prabowo kan ke mana-mana sendiri, anaknya juga jarang kelihatan, sementara Pak Jokowi istrinya terlihat mendampingi, anaknya tiga, sudah menikah dua, dan punya cucu, sering jalan-jalan sama cucu, sesuatu yang tak bisa dilakukan Prabowo,” ungkap Qodari.

Pertanyaan lainnya adalah kenapa isunya selalu rujuk dengan Titiek, tidak ada isu lain, misalnya Prabowo mau menikah lagi?

“Memang itu pertanyaannya, kenapa Pak Prabowo tidak betul-betul mencari istri yang baru, tapi itu bukan sesuatu yang mudah. Ya namanya istri kan cocok-cocokkan. Jadi menurut saya tidak harus dipaksakan isu seperti ini,” pungkasnya.

No comments:

Post a Comment