Setelah Debat, KPU Hapus Polling, Prabowo dan Ma’ruf Istirahat - Jelajah Nasional

Friday, January 18, 2019

Setelah Debat, KPU Hapus Polling, Prabowo dan Ma’ruf Istirahat

Jelajah Nasional – Pascadebat pertama Kamis (17/1), keempat kandidat presiden dan wakil presiden kembali menjalani aktivitas masing-masing. Tokoh muda dari tiap-tiap paslon langsung on fire. Capres 01 Joko Widodo (Jokowi) kembali bertugas sebagai presiden dengan mengunjungi Garut, Jawa Barat.

Sementara itu, cawapres 02 Sandiaga Uno juga beraktivitas di Jawa Barat, tepatnya Sukabumi. Capres dan cawapres itu sama-sama menemui calon pemilih.

Kemarin (18/1) Jokowi punya sejumlah agenda di Garut. Mulai pengecekan panel reaktivasi jalur kereta Cibatu-Garut; penyerahan 257 sertifikat wakaf bagi sekolah, pondok pesantren, masjid, dan lembaga pendidikan; hingga pengarahan pemanfaatan modal usaha Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk UKM. Jokowi juga memantau kegiatan pemasangan listrik gratis di Dusun I Kampung Pasar Kolot hingga meninjau pembangunan rumah susun di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah.

Setelah Debat, KPU Hapus Polling, Prabowo dan Ma'ruf IstirahatIlustrasi visi misi capres-cawapres (Kokoh Praba/Jelajah Nasional)

Pada hari yang sama, Sandiaga berkampanye di Sukabumi dengan melakukan serangkaian kegiatan di kabupaten tersebut. Sebelum berangkat, Sandi menyempatkan diri berolahraga pagi di kawasan Monas. Tidak hanya berlari, Sandi juga bersepeda bersama sejumlah kolega dan pengawal. “Olahraga pagi sebelum ke Sukabumi,” ujar Sandi.

Setelah berolahraga, Sandi langsung bertolak ke Sukabumi lewat jalur darat. Dia tiba sebelum waktu salat Jumat. Sandi menuju Masjid Agung Sukabumi untuk menunaikan salat Jumat. Setelah itu, Sandi berkunjung ke warung sate Haji Mamat untuk makan siang. Lokasinya tidak jauh karena menempel di pintu masuk masjid agung.

Sementara itu, tokoh senior di kubu kedua paslon memilih untuk tidak melakukan aktivitas menonjol. Cawapres 01 KH Ma’ruf Amin memilih untuk menemui wartawan di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat. Dia mengatakan, debat perdana berjalan dengan baik. Baik dari sisi pelaksanaan dari KPU maupun pasangan calon. “Sudah bagus,” ucap dia.

Menurut cicit Syekh Nawawi Al Bantani itu, dalam debat Kamis lalu Jokowi memang lebih dominan. Sebab, debat tersebut paling utama ditujukan kepada presiden. Dia hanya menambahkan apa saja yang perlu. Untuk persoalan yang sudah dijelaskan oleh Jokowi, dia tinggal menyetujui dan mendukung. “Jangan seperti orang balapan ngomong kayak saur manuk,” tutur mantan rais am PB NU itu.

Sementara itu, capres 02 Prabowo Subianto tidak mengumbar aktivitas sehari setelah debat. Informasi yang diperoleh Jawa Pos, kemarin Prabowo berada di kediamannya di kawasan Hambalang, Bogor. Tidak ada informasi lebih lanjut terkait dengan kegiatannya sebagai capres.

Bisa jadi, Prabowo dan Ma’ruf kacapekan pascadebat Kamis malam sehingga lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. Itu berbeda dengan capres-cawapres yang berusia relatif lebih muda, yakni Jokowi dan Sandiaga, yang langsung tancap gas menemui pemilih di luar Jakarta.

Sementara itu, kemarin KPU sempat di-bully warganet. Penyebabnya, KPU membuat polling soal debat tapi kemudian dihapus setelah melihat hasilnya tidak memuaskan. Admin Twitter @KPU_ID mengunggah polling tentang tanggapan atas debat yang telah dilaksanakan. Polling itu diunggah kemarin pada pukul 01.01.

Pilihan jawabannya adalah sangat menarik, cukup menarik, tidak menarik, dan tidak menonton. Dari tangkapan layar yang diperoleh Jawa Pos, polling itu sudah sempat diikuti 28.791 akun. Hasilnya, 77 persen menjawab tidak menarik. Akhirnya, admin Twitter @KPU_ID pun menghapusnya.

Kontan saja, akun tersebut di-bully warganet. “Hal kecil dan sederhana aja KPU tidak konsisten, polling dihapus. Gimana rakyat bisa percaya. Sebagai lembaga netral, bekerjalah dengan baik,” cuit akun @boeby_brown. Tidak sedikit pula yang mempertanyakan alasan menghapus polling tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Ketua KPU Arief Budiman tidak berkomentar banyak. Dia beralasan belum melihat unggahan itu dan membaca komentar warganet. Karena itu, dia belum bisa membaca penilaian warganet tentang apa yang tak menarik dari debat itu.

Menurut Arief, persepsi orang mengenai anggapan tidak menarik itu bermacam-macam. “Misalnya, siarannya tidak menarik, alur debatnya tidak menarik, jawaban yang diberikan tidak menarik, macam-macam,” terangnya saat ditemui di KPU.

Dia mengumpamakan sajian debat tersebut dengan orang yang memberikan es krim kepada sejumlah orang. Belum tentu semua yang diberi menyukainya. “Desain seperti apa pun, percayalah, pasti ada yang setuju dan tidak setuju,” lanjut mantan komisioner KPU Jatim itu. Pihaknya berupaya menampilkan yang paling baik.

Rencananya, KPU baru mengevaluasi pelaksanaan debat tersebut Senin (21/1). Hasil evaluasi tersebut akan menjadi acuan saat pelaksanaan debat edisi kedua pada 17 Februari mendatang. Debat itu direncanakan berlangsung di Hotel Sultan, Senayan Jakarta. Juga, hanya Jokowi dan Prabowo yang akan tampil.

Sementara itu, Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Internal Hairansyah juga memiliki catatan atas paparan capres-cawapres dalam debat pertama. Salah satunya, Komnas HAM melihat bahwa kedua paslon belum memahami konsep HAM secara substansial. “Komitmen penegakan HAM yang di dalamnya terdapat strategi penyelesaian atas kasus-kasus HAM belum terlihat,” ujarnya.

Selain itu, Komnas HAM mengkritisi pandangan kedua paslon dalam isu pemberdayaan perempuan. Hairansyah menyebut kedua kandidat cenderung memiliki keterbatasan pandangan dan data yang lemah. Terbukti, kedua paslon hanya bicara tentang jumlah menteri dan caleg perempuan. “Kedua paslon tidak mampu menjelaskan analisis masalah dan program pemberdayaan perempuan,” ucap dia.

Dari catatan tersebut, Komnas HAM pun mendorong kedua paslon untuk memperbaiki gambaran komprehensif yang terkait dengan peta permasalahan dan strategi kebijakan dalam upaya perlindungan, pemenuhan, pemajuan, dan penegakan HAM. “Kami mendorong isu-isu tersebut (pelanggaran HAM berat, Red) dapat dikorelasikan dengan tema debat-debat berikutnya,” kata Hairansyah.

Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menuturkan, terbukti di debat itu hanya sedikit yang menampilkan sisi-sisi natural pada pasangan calon. Yakni, saat pasangan calon memberikan pertanyaan untuk kubu lawan.

“Debat segmen pertama itu canggung banget, ya. Nah, itu sedikit banyak mengurangi minat. Yang kedua, tidak memberikan informasi cukup kepada publik,” kata Ray kemarin (18/1).

Sedangkan saat segmen pasangan calon saling bertanya itu, menurut Ray, masyarakat lebih bisa menilai karakter calon. Misalnya, saat Jokowi mempertanyakan sikap Prabowo terhadap fakta caleg mantan koruptor yang banyak sekali. Meskipun tentu pertanyaan itu sudah dipersiapkan sebelum debat, jawaban dari lawan jadi menarik sekali. Tapi, reaksi lawan atas pertanyaan itulah yang dinanti. 

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : (byu/far/bay/lum/jun/tyo/c11/agm)


Artikel yang berjudul “Setelah Debat, KPU Hapus Polling, Prabowo dan Ma’ruf Istirahat” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment