Sifat Prabowo Bukanlah Seorang Pemimpin - Jelajah Nasional

Wednesday, January 30, 2019

Sifat Prabowo Bukanlah Seorang Pemimpin

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengkritik sikap dan diri Prabowo Subianto yang dirasa kurang pas untuk menjadi pemimpin.

Pengamat Trisakti Trubus Rahadiansyah ini mengatakan ada beberapa aspek dalam diri Prabowo Subianto yang mesti diperbaiki apabila hendak benar-benar menjadi pemimpin.

“Pak Prabowo ada masalah dengan pribadinya yang arogan dan emosi yang labil,” kata Trubus Rahadiansyah ketika dihubungi Warta Kota, Jumat (3/8/2018) sore.

Hal itu, kata Pengamat Trisakti Trubus Rahadiansyah, amat berpengaruh terhadap kompentensi Prabowo Subianto sebagai pemimpin.

“Pengalaman juga kurang, Pak Prabowo kurang bisa mengayomi,” kata Trubus Rahadiansyah.

Salah satu sikap lainnya, kata Trubus, Prabowo Subianto cenderung tidak bisa menjadi tauladan bagi generasi muda karena ambisinya yang terlalu nafsu kekuasaan.

Menurut Trubus, penting bagi Prabowo Subianto untuk memperbaiki sikap arogannya.

“Itu penting, karena selama ini publik sudah tahu arogansi Prabowo, dan selama ini sebagai ketua umum Gerindra tak banyak mendukung penyelesaian kasus-kasus HAM,” kata Trubus Rahadiansyah.

Selain itu, Trubus juga menganggap sebagai pemimpin Partai Gerindra, Prabowo Subianto tidak konsisten dalam masalah pemberantasan korupsi lantaran banyak kadernya yang tertangkap KPK.

“Prabowo juga punya karakter yang tidak disukai generasi millenial, yaitu suka menakut-nakuti dengan mengatakan Indonesia akan bubar tahun 2030,” kata Trubus Rahadiansyah.

Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir mengatakan negara ini akan mundur kalau dipimpin Prabowo Subianto, karena setiap kali Prabowo maju atau memimpin sesuatu, pasti gagal.

Hal tersebut disampaikan Erick Thohir menjawab tudingan kubu Prabowo yang selalu pesimis dengan kepemimpinan Jokowi.

Erick juga mengatakan Prabowo Subianto selalu mencari-cari kesalahan lawannya.

“Pak Prabowo itu selalu ngomong hal-hal yang pesimis, hal-hal yang membuat orang takut, resah dan galau. Itu karakter kepemimpinan Prabowo termasuk juga ke pendukungnya sendiri,” ujar Erick Thohir di Makassar, Kamis (20/12).

Erick juga menandaskan, kalau Prabowo memimpin negeri ini justru pembangunan akan mundur karena Prabowo itu sepanjang kariernya selalu gagal.

“Negara ini akan mundur kalau dipimpin Prabowo karena sepanjang kariernya dia belum pernah sukses. Dia gagal terus. Dia gagal menjadi militer yang baik karena dia dipecat, kemudian dia gagal menjadi calon ketua umum dan calon presiden dari Partai Golkar, dia juga gagal ketika mencalonkan jadi presiden dari partainya sendiri. Jadi, Prabowo itu selalu gagal,” terang Erick.

Bahkan bukan hanya gagal menjadi presiden, lanjut Erick, dalam catatan kariernya Prabowo juga diduga pernah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Catatan hitam dalam sejarah hidupnya banyak. Terutama catatan-catatan kekerasan dan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang akut. Itu yang menurut saya sulit untuk dia bisa memimpin Indonesia dan membawa negara ini menjadi maju. Yang ada paling bagus ya jalan di tempat kalau dipimpin Prabowo,” kata Erick lagi.

Menurutnya, seseorang untuk menjadi pemimpin bukan persoalan visi semata, tetapi harus memiliki pengalaman.

“Prabowo mungkin memiliki visi untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi yang terpenting dalam memimpin itu adalah pengalaman, track record kepemimpinan. Dibanding dengan Jokowi itu jauh sekali,” terangnya.

No comments:

Post a Comment