Kopi Abah Hadir di Bogor, Siap Berdayakan Kaum Milenial - Jelajah Nasional

Friday, February 1, 2019

Kopi Abah Hadir di Bogor, Siap Berdayakan Kaum Milenial

Jelajah Nasional – Eksistensi Kopi Abah kian menggurita. Kali ini, start up berbasis gerakan milenial itu resmi hadir di Kabupaten Bogor,
Jawa Barat, Jumat (1/2).

Menandai hadirnya Kopi Abah, digelar pelatihan Barista gratis serta dialog santai bertajuk ‘Arus Baru Ekonomi Indonesia’. Hadir
sebagaimana pembicara Ketua Dewan Pembina Santri Millenial Centre (Simac), Gus Syauqi Ma’ruf Amin, Ketua Umum Simac, Nur Rohman,
Ekonom Iman Sugema, serta Ketua Umum Baznas, M Arifin Purwakananta.

Dalam paparannya, Gus Syauqi-sapaannya- mengungkapkan bahwa kopi Abah adalah komitmen pikiran arus bawah. Di mana kekuatan yang
sesungguhnya adalah kekuatan rakyat.

Diskusi Arus Ekonomi BaruPara Pembicara dalam acara Dialog Santai Arus Ekonomi Baru Indonesia dan Pelatihan Barista di Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/2). (Ist/Jelajah Nasional)

“Pemberdayaan Ekonomi kerakyatan menjadi penting karena menjadi benteng pertahanan bagsa dan Negara Republik Indonesia. Salah satunya melalui kopi,” ujar di Warung Kopi Pemula, Jalan Alternatif Babakan Tengah, Dramaga, Bogor.

Dia memaparkan, Kopi Abah sejatinya merupakan bentuk konkret pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dan kopi Abah juga menjadi sarana
penghubung antara kaum muda milenial dengan para orang tua.

“Kopi Abah adalah solusi untuk menghancurkan kebuntuan sekaligus menjadi tempat bagi semua kelompok dan golongan untuk membangun
Indonesia,” jelas putra Kiai Ma’ruf Amin tersebut.

Melalui organisasi bentukannya, Santri millenial center (SiMaC), Gus Syauqi berkomitmen akan konsisten untuk mendorong gerakan sejuta
usahawan yang dimotori kaum santri.

“Dengan program Gus Iwan atau santri bagus rupawan pinter ngaji dan usahawan, santripreneur,” tegas dia.

Adapun selain Bogor, Kopi Abah sebelumnya sudah ada di daerah-daerah seperti Bekasi, Cirebon, Jakarta, Bandung, Ngawi, hingga Nganjuk.

Pemberdayaan Kaum Milenial

Sementara itu, Ketua Umum Simac sekaligus Direktur Kopi Abah, Nur Rohman mengatakan bahwa pihaknya akan menjadikan Kopi Abah sebagai sarana pemberdayaan kaum milenial.

Mulai dari memberikan pelatihan, konsep pemasaran, penjualan, hingga penyediaan infrastrukturnya. “Pokoknya sampai bisa. Kami akan
fasilitasi,” jelas dia.

Rohman mengatakan bahwa selama ini industri kopi nasional belum diberdayakan secara maksimal. Melalui Kopi Abah, dia bertekad membawa
kopi menjadi sebuah heritage, kekayaan yang menjadi kebanggaan bangsa.

“Kami optimis kopi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan akan merajai dunia. Maka dari itu, dari sekarang kita harus menyiapkan SDM
maupun infrastrukturnya,” kata Rohman.

Dia prihatin karena hingga saat ini, di tengah gelombang bisnis kopi yang semakin menggeliat, peralatan meracik kopi masih harus
didatangkan dari luar negeri. “Masih harus impor. Saya sekarang sedang mencari mesin espresso. Itu bayangkan, kami mesti menunggu tiga
bulan,” beber Rohman.

“Kalau begini terus, industri dan bisnis kopi kita tak bakal maju. Bagaimanapun, hulu dan hilirnya harus dikuasai anak bangsa,”
ungkap Rohman.

Senada, Ketua Panitia Penyelenggara Dialog ‘Arus Baru Ekonomi Indonesia’, Amril Syahputra Rangkuti menyebut Kopi Abah sebagai bagian dari upaya konkret memaksimalkan kaum milenial.

Kopi Abah, kata Amril, sejatinya menjadi contoh bagaimana memberdayakan potensi hasil alam Indonesia melalu pendekatan arus ekonomi baru. “Karena di dalamnya kita tidak sekadar berbicara kopi. Tapi bagaimana menciptakan arus baru pengelolaan industri kopi nasional,” kata Amril.

Editor           : Imam Solehudin

Reporter      : Yesika Dinta


Artikel yang berjudul “Kopi Abah Hadir di Bogor, Siap Berdayakan Kaum Milenial” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment