Langkah TNI Ketika Ratusan Pati dan Pamen “Menganggur” - Jelajah Nasional

Saturday, February 23, 2019

Langkah TNI Ketika Ratusan Pati dan Pamen “Menganggur”

Jelajah Nasional – Jumlah perwira menengah dan perwira tinggi TNI yang “nganggur” tidak sedikit. Berdasar data yang disampaikan Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi, tiga matra TNI kelebihan ratusan perwira. Yakni, 150 perwira tinggi dan 500 kolonel.

Hal tersebut terjadi karena regenerasi di tubuh TNI tidak mulus sejak Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI disahkan dan diberlakukan. Sisriadi menyampaikan, kelebihan perwira di institusi militer tanah air mulai terlihat pada 2010. “Karena proses perpanjangan usia tanpa diikuti dengan perangkat yang mengatur di bawahnya,” ungkap dia.

Menurut Sisriadi, kelebihan perwira menengah berpangkat kolonel serta sejumlah perwira tinggi (pati) tidak akan terjadi apabila pengesahan Undang-Undang TNI diikuti penerapan aturan turunan.

Langkah TNI Ketika Ratusan Pati dan Pamen Perwira TNI AU usai menerbangan pesawat tempur. (Cecep Mulyana/Batam Pos/Jawa Pos Group)

Untuk mengatasi penumpukan perwira menengah (pamen) dan pati, TNI membuat jabatan semodel staf ahli. “Tapi, tidak memecahkan masalah. Tetap terus nambah,” ungkap dia.

Sebelum ada kebijakan pengembangan organisasi, jumlah perwira “nganggur” di tiga matra jauh lebih besar bila dibandingkan dengan saat ini. Meski demikian, langkah tersebut belum cukup menuntaskan persoalan.

Karena itu, panglima TNI saat ini memutuskan untuk membuat aturan baru. Yakni, Peraturan Panglima TNI Nomor 40 Tahun 2018. Aturan tersebut terbit Oktober tahun lalu. Aturan itu menambah masa dinas perwira. Dengan aturan tersebut, TNI optimistis masalah kelebihan perwira bisa selesai dalam 3 sampai 5 tahun ke depan. “Akan tuntas dengan sendirinya,” imbuh dia.

Selain itu, pengembangan satuan-satuan TNI terus dilakukan. Termasuk peningkatan tipe dan penambahan komando-komando utama. Itu diharapkan mampu menarik lebih banyak pamen dan pati TNI. Dengan demikian, kelebihan perwira yang saat ini terjadi terus berkurang.

Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan, langkah tersebut harus dibarengi dukungan kuat dari pemerintah. Connie menjelaskan, pengembangan organisasi TNI sudah pasti berpengaruh terhadap banyak hal. Termasuk kebutuhan mereka. Mulai prajurit, alat utama sistem persenjataan (alutsista), sampai kebutuhan-kebutuhan lain yang ada kaitannya dengan pelaksanaan tugas. Misalnya, infrastruktur markas dan sarana-prasarana lainnya. “Dan itu yang paling otomatis berdampak pada anggaran,” papar dia.

Artinya, pemerintah dan DPR harus siap memastikan dukungan dengan memberikan anggaran sesuai kebutuhan TNI. Dengan begitu, Connie yakin TNI bisa menyelesaikan masalah kelebihan pamen maupun pati tanpa mengirim mereka untuk mengisi jabatan sipil. 

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : (syn/c10/git)


Artikel yang berjudul “Langkah TNI Ketika Ratusan Pati dan Pamen “Menganggur”” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment