Teknologi Kian Berkembang, Skill Pekerja Harus Diperbaharui - Jelajah Nasional

Thursday, February 28, 2019

Teknologi Kian Berkembang, Skill Pekerja Harus Diperbaharui

Jelajah Nasional – Menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0, tantangan datang dari berbagai sisi. Termasuk di dalamnya soal ketenagakerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan di era digital saat ini terjadi pergeseran model pekerjaan. Ia mencontohkan salah satunya yakni pekerjaan tukang pos yang kian tergerus dengan kemajuan teknologi.

“Karena saat ini kita sudah beralih ke media sosial. Ini kan faktor teknologi juga,” sebut Hanif, Kamis (28/2).

Teknologi Kian Berkembang, Skill Pekerja Harus DiperbaharuiMenaker Hanif Dhakiri bersama Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Sutjipto, Rektor Universitas Pancasila Wahono Sumaryono (Ferry Sandi/Jawa Pos)

Tidak ketinggalan, ia juga mencontohkan lahirnya pekerjaan baru yang kini digandrungi milenial, misalnya Youtuber. Pihaknya mencatat beberapa bidang yang diperkirakan bakal berkembang diantaranya Business and Financial Operator, Manajemen, Computer and Mathematical, serta Architecture and Engineering.

Sementara yang bakal jauh berkurang yaitu perkantoran dan administrasi, manufaktur dan produksi, konstruksi hingga legal. Selain sebagai peluang, ini juga menjadi peringatan. Karenanya, setiap angkatan kerja perlu memperbaharui ilmunya dari waktu ke waktu.

“Jika punya skill hari ini, jangan bangga dulu, karena skill kita bisa tidak relevan. Orang harus didorong agar bisa punya skill baru, merubah skill agar bisa survive dan kompetitif,” sebut Hanif.

Melihat masifnya pergeseran ini, peran perguruan tinggi harus terus ditingkatkan. Bukan lagi melahirkan lulusan dengan nilai baik, namun harus diutamakan memiliki skill dalam prakteknya di lapangan.

“Orientasi pendidikan kita akademis, lebih ke gelar. Tapi skill kerap dilupakan. Mismatch sekitar 63 persen. Dunia pendidikan kita harus banyak berbenah,” dorong Hanif.

Perkataan Hanif langsung direspon oleh Rektor Universitas Pancasila Wahono Sumaryono. Menurutnya, kampus harus menyediakan tenaga kerja yang memang dibutuhkan oleh pasar. Perlu juga dilakukan penyesuaian dalam sistem pembelajaran.

“Nantinya pembelajaran bukan hanya di kelas. Tapi lebih banyak magang atau di lapangan. Seperti sekarang, 28 mahasiswa kami sedang mengikuti program yang diinstruksikan oleh Kementerian BUMN, yaitu magang industri di tahap pertama,” sebut Wahono.

Salah satu penerapannya adalah memadukan beragam disiplin ilmu dalam satu studi kasus yang sama. Diharapkan, gap tiap prodi akan lebih cair, karena sama-sama bertugas untuk menyelesaikan suatu persoalan yang sama.

“Ke depan, akan didesain bagaimana satu persoalan diselesaikan dengan beberapa prodi yang memiliki dasar sama. Karena perubahannya luar biasa cepat, kita harus mengikuti,” papar Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Sutjipto.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Ferry Sandi


Artikel yang berjudul “Teknologi Kian Berkembang, Skill Pekerja Harus Diperbaharui” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment