WNI Dituding Pelaku Bom Bunuh Diri, Polri Kirim Tim ke Filipina - Jelajah Nasional

Wednesday, February 6, 2019

WNI Dituding Pelaku Bom Bunuh Diri, Polri Kirim Tim ke Filipina

Jelajah Nasional – Kabar adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang dituduh sebagai pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral, Jolo, Filipina membuat Mabes Polri turun tangan. Mereka berencana menerjunkan tim untuk melakukan klarifikasi. 

Sebab kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono, hingga kini belum ada kepastian data yang bisa memastikan bahwa pelaku adalah orang Indonesia. “Dari Polri siap menurunkan tim verifikasi ke sana (Filipina),” ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/2).

Ia menerangkan, tim tersebut terdiri dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror, perwakilan Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kementerian Luar Negeri.

WNI Dituding Pelaku Bom Bunuh Diri, Polri Kirim Tim ke FilipinaSejumlah fasilitas rusak parah dan puluhan orang meninggal dunia akibat bom bunuh diri di Gereja Katedral Filipina (AFP)

“Densus dan BNPT sudah siap berkoordinasi dengan Kemenlu. Manakala koordinasi sudah oke, akan dipastikan untuk membantu. Kepastian dicek hari ini,” tutur Syahar.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano, pada pekan lalu menyatakan bahwa pelaku serangan bom bunuh diri yang menewaskan 21 orang pada Minggu (27/1) di Gereja Katedral, Jolo adalah WNI. Namun beberapa hari lalu Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto memastikan bahwa itu adalah berita sepihak. 

Sebab, belum ada konfirmasi resmi jika memang bom itu dilakukan oleh WNI. Jenderal Purnawirawan TNI itu mengatakan, saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh aparat setempat. 

Pengusutan identitas pelaku masih berlangsung. Sehingga segala bentuk kemungkinan masih ada.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Desyinta Nuraini


Artikel yang berjudul “WNI Dituding Pelaku Bom Bunuh Diri, Polri Kirim Tim ke Filipina” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment