Diawali Saling Curhat, Berakhir Sejuk - Jelajah Nasional

Sunday, March 31, 2019

Diawali Saling Curhat, Berakhir Sejuk

Jelajah Nasional – Saling curhat mewarnai pelaksanaan debat pilpres edisi keempat tadi malam (30/3). Capres 01 Joko Widodo (Jokowi) maupun capres 02 Prabowo Subianto sama-sama menyatakan telah dizalimi pendukung kubu lawan. Itu terjadi saat keduanya menjawab pertanyaan soal ideologi.

Curhatan pertama dilontarkan Prabowo. Awalnya dia menyebutkan bahwa Jokowi sebenarnya seorang Pancasilais, patriot, dan nasionalis. Namun, menurut Prabowo, sikap tersebut tidak diikuti para pendukung capres petahana itu.

Prabowo pun mengungkapkan bahwa pendukung Jokowi acap kali memfitnah dirinya sebagai orang yang pro terhadap pendirian khilafah Islamiyah di Indonesia. Juga akan melarang kegiatan tahlilan. “Saya lahir dari ibu Nasrani. Bagaimana saya dituduh tidak menghormati Pancasila?” ucapnya dengan nada geram.

Telunjuk kanan Prabowo digerakkan mengikuti penekanan pernyataan tersebut. Para pendukung 02 pun bersorak. Namun, bukannya mengklarifikasi, Jokowi malah ikut-ikutan curhat. Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengaku selama ini sering dituduh dan difitnah. “Empat setengah tahun ini saya dituduh PKI, saya biasa-biasa saja,” ucap Jokowi yang lantas disambut sorakan para pendukungnya.

Menurut Jokowi, yang lebih penting saat ini ialah memberi contoh kepada generasi muda. Bagaimana bertoleransi, berkawan, dan bersahabat tanpa menjelek-jelekkan.

Aksi saling curhat di depan publik tersebut begitu kentara. Akibatnya, sesi yang seharusnya bisa lebih menggali pemikiran kedua capres terkait ideologi tidak bisa maksimal. Yang tampak hanya kesamaan persepsi antara Jokowi dan Prabowo. Keduanya sepakat bahwa Pancasila adalah ideologi satu-satunya bagi bangsa Indonesia. Tidak bisa diubah sampai kapan pun. Oleh ideologi apa pun.

Baru di tiga segmen berikutnya terjadi perbedaan pandangan. Yakni, pada tema pemerintahan, pertahanan keamanan (hankam), dan hubungan internasional. Dalam hal pemerintahan, misalnya. Jokowi menggunakan pendekatan sistem, sedangkan Prabowo mengandalkan pendekatan political will.

Dalam tema itu, Jokowi menyebut program dilan. Artinya, digital melayani. “Tidak hanya melayani, tapi juga harus cepat (dalam pelayanan, Red),” tegasnya. Karena itu, pemerintahannya bakal mengandalkan pembangunan e-government di segala bidang. ” Kita sudah bubarkan 23 lembaga agar lebih ramping, lincah, dan gampang memutuskan, nggak berbelit,” ujarnya.

Debat Keempat Pilpres 2019: Diawali Saling Curhat, Berakhir SejukCapres 01 Joko Widodo (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Sementara itu, Prabowo menyatakan perlu ada political will yang baik dan tepat untuk menjalankan sistem yang baik. Sistem harus dibangun dengan tujuan transparansi. “Segala macam sistem yang baik, kalau tujuannya tidak jelas, bagaimana? Karena yang ingin kita capai adalah pemerintahan yang bebas dari korupsi,” tegas Prabowo.

Perbedaan semakin tajam saat debat membahas tema hankam. Jokowi mengandalkan pendekatan teknologi, sedangkan Prabowo memilih pendekatan kekuatan militer. Prabowo mengkritik Jokowi karena anggaran pertahanan Indonesia begitu minim. Hanya 5 persen dari APBN. “Singapura itu anggarannya 30 persen APBN,” ungkapnya.

Menurut dia, itu diperparah dengan laporan bawahan yang hanya sekadar ABS alias asal bapak senang. Alhasil, panglima tertinggi tidak mendapatkan informasi yang sebenarnya atas apa yang terjadi di lapangan. “Kalau saya yang jadi presiden, saya ganti itu (penasihat militer, Red),” ucap mantan Danjen Kopassus tersebut.

Menanggapi pernyataan tersebut, Jokowi mengatakan bahwa untuk saat ini prioritas negara memang masih pada infrastruktur. Lima tahun ke depan pada pengembangan sumber daya manusia. “Tapi, bukan tidak mungkin prioritas berikutnya adalah pertahanan dan keamanan,” kata Jokowi.

Selanjutnya, dia membantah hanya menerima laporan dari bawahan. Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya juga mengecek langsung pembangunan sistem pertahanan ke lapangan. “Misalnya, di Natuna, saya lihat sendiri dibangun. Di Sorong, saya cek ada bener barangnya,” ucap mantan wali kota Solo itu.

Yang jelas, dalam bidang hankam, Prabowo ingin Indonesia punya kekuatan militer yang dahsyat. Hal tersebut akan membuat Indonesia disegani negara lain. Karena itu, keuangan negara harus dipastikan terjaga agar mampu mendukung program penguatan sistem pertahanan dan keamanan. Sementara itu, Jokowi menggunakan pendekatan teknologi dan pemerataan.

Semarak saat Jeda
Debat Keempat Pilpres 2019: Diawali Saling Curhat, Berakhir SejukCapres 02 Prabowo Subianto (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

KPU menghadirkan suasana berbeda dalam debat edisi keempat. Saat jeda antara segmen 1 dan 2, saat kedua capres beristirahat, penyanyi dangdut Via Vallen tampil di tengah-tengah audiens debat. Penyanyi asal Sidoarjo itu melantunkan lagu andalannya, Sayang. Sejumlah audiens pun ikut bergoyang.

Pada segmen kedua, giliran Rossa yang menghibur dengan single berjudul Takkan Berpaling Dari-Mu. Juga, lagu berjudul Selow yang dinyanyikan sejumlah biduan. Rossa kembali menghibur saat jeda antara segmen 4 dan 5 dengan lagu rancak berjudul Sakura. Hiburan semacam itu tidak ada di tiga edisi debat sebelumnya.

Suasana dalam ruangan debat pun terasa lebih cair. Bukan hanya hiburan dari penyelenggara debat, kedua capres juga memberikan suguhan yang menyejukkan di segmen akhir. Jokowi dan Prabowo saling lempar pujian.

Menurut Jokowi, yang terpenting bukan debat yang penuh dengan perbedaan pendapat, melainkan masa depan dan kesejahteraan masyarakat. Jokowi mengambil filosofi kebiasaannya bersepeda. “Sering ketika saya naik sepeda, rantainya putus. Tapi, rantai persahabatan saya dan Prabowo tidak akan putus,” ucap Jokowi. “Kita ini sedang berdebat, Pak. Dalam debat, audiens kalau melihat kita bersahabat itu gimana ya,” lanjut Prabowo yang langsung memancing senyum Jokowi.

Prabowo meyakinkan publik bahwa dirinya dan Jokowi bersahabat. Termasuk dengan koalisinya. “Biarlah rakyat menentukan yang terbaik bagi bangsa kita,” tambah Prabowo.

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : (byu/bay/wan/c9/c10/fal)


Artikel yang berjudul “Diawali Saling Curhat, Berakhir Sejuk” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment