Digelar 17 April, Pelaksanaan Pemilu 2019 Telan Dana Rp 25,59 Triliun - Jelajah Nasional

Wednesday, March 27, 2019

Digelar 17 April, Pelaksanaan Pemilu 2019 Telan Dana Rp 25,59 Triliun

Jelajah Nasional – Pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 2017 sudah di depan mata. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, realisasi belanja untuk mendukung perhelatan akbar yang dijadwalkan pada 17 April 2019 itu telah mencapai Rp 25,59 triliun.

Direktur Anggaran Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan, dan BA BUN, Dwi Pudjiastuti Handayani mengatakan, anggaran yang dialokasikan untuk persiapan dan pelaksanaan Pemilu 2019 terbagi ke dalam tiga tahun anggaran.

Untuk 2017, realisasi anggaran persiapan Pemilu 2019 mencapai Rp 465,7 miliar, sedangkan realisasi untuk 2018 mencapai Rp 9,33 triliun. Sementara itu, untuk APBN 2019 dialokasikan pagu anggaran pemilu sebesar Rp 23,94 triliun. Rincian anggaran untuk 2019 meliputi anggaran penyelenggaraan pemilu sebesar Rp 15,79 triliun; anggaran pengawasan sebesar Rp 4,86 triliun; dan anggaran pendukung pemilu sebesar Rp 3,29 triliun.

Digelar 17 April, Pelaksanaan Pemilu 2019 Telan Dana Rp 25,59 TriliunIlustrasi pencoblosan surat suara (KOKOH PRABA WARDANI/JAWAPOS.COM)

“Dari sisi penyelenggaraan pemilu saja atau tanpa anggaran pengawasan dan pendukung, pemerintah telah merealisasikan anggaran sebesar Rp 465,7 miliar (APBN 2017), Rp 9,33 triliun (APBN 2018), dan pagu anggaran Rp 15,79 triliun untuk APBN 2019. Sehingga, total realisasi dan anggaran penyelenggaraan Pemilu 2019 selama tiga tahun terakumulasi sebesar Rp 25,59 triliun,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/3).

Ani, biasa Dwi Pudjiastuti Handayani disapa menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu terdapat beberapa tahapan yang berbeda dengan Pemilu 2014. Selain digabungnya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dengan Pemilu Legislatif, jumlah pemilih juga mengalami pertambahan yang berarti menambah jumlah surat suara yang dicetak.

Selain itu, jumlah surat suara untuk Pemilu 2019 terdiri atas lima jenis, yakni surat suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

“Tak ayal, anggaran total pun bertambah untuk menjamin keberlangsungan penyelenggaraan Pemilu 2019,” kata dia.

Selain faktor di atas, meningkatnya jumlah tempat pemungutan suara (TPS) juga menjadi salah satu sebab bertambahnya anggaran pemilu. Hal itu disebabkan oleh jumlah pemilih per TPS di Pemilu 2019 dibatasi hanya 300 pemilih per TPS, sedangkan jumlah pemilih per TPS di Pemilu 2014 sebanyak 500 pemilih per TPS.

Tercatat, jumlah pemilih di Pilpres 2014 adalah sebanyak 190.307.134 pemilih, dengan jumlah TPS sebanyak 545.803 TPS. Sedangkan jumlah pemilih pada Pemilu 2019 adalah 192.828.520 pemilih, dengan 810.283 TPS.

Di sisi lain, kenaikan anggaran juga disebabkan oleh meningkatnya jumlah badan penyelenggara pemilu (permanen dan ad hoc), penyesuaian besaran honorarium anggota badan ad hoc yang rata-rata meningkat sebesar 68 persen, serta inflasi selama 5 tahun yang berpengaruh terhadap harga barang dan jasa kebutuhan pemilu.

“Jumlah pemilih kalau bertambah pasti juga akan nambah kartu suara. Kemudian dengan bergabungnya pemilu ini pasti ini juga akan berpengaruh kepada pembentukan TPS. Karena kalau dulu pilihannya hanya untuk DPR saja atau presiden saja, sekarang lebih banyak,” ungkap Ani.

Editor           : Mohamad Nur Asikin
Reporter      : Hana Adi
Copy Editor : Fersita Felicia Facette


Artikel yang berjudul “Digelar 17 April, Pelaksanaan Pemilu 2019 Telan Dana Rp 25,59 Triliun” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment