KPK Ajak Puteri Indonesia Jadi Agen Antikorupsi - Jelajah Nasional

Thursday, March 7, 2019

KPK Ajak Puteri Indonesia Jadi Agen Antikorupsi

Jelajah Nasional – Lobi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipenuhi finalis Puteri Indonesia 2019 kemarin (6/3). Namun, mereka datang bukan untuk menjalani pemeriksaan, melainkan mendapat informasi tentang pemberantasan korupsi.

Total 39 finalis Puteri Indonesia berkunjung ke lembaga antikorupsi itu pukul 10.25. Mereka terlihat anggun dengan setelan blazer dan pencil skirt serbaputih. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyambut kedatangan mereka.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, para finalis yang didampingi pengurus dan juri Yayasan Puteri Indonesia (YPI) mendengarkan wejangan dan pengetahuan tentang pemberantasan korupsi. Kali ini wejangan disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

KPK Ajak Puteri Indonesia Jadi Agen Antikorupsi39 Finalis Puteri Indonesia 2019 melakukan kunjungan ke KPK, Jakarta, Rabu (6/3/19). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Alex mengajak para finalis untuk menjadi agen antikorupsi yang berani. Hal itu bisa dimulai dari media sosial (medsos) masing-masing. ”Tolong suarakan berani jujur, karena kejujuran ini rasanya mengalami degradasi,” kata Alex.

Bukan hanya itu, Alex menyinggung idiom harta, takhta, dan wanita yang selama ini diyakini sebagai godaan bagi penguasa. Nah, Alex berpesan kepada para finalis agar tidak terjerembap dalam lingkaran kekuasaan yang negatif. ”Kami tidak ingin Mbak-Mbak jatuh ke hal-hal negatif,” tutur mantan hakim tersebut.

Pesan Alex mengingatkan pada kisah kelam Angelina Patricia Pingkan Sondakh. Politikus Partai Demokrat itu terjerat kasus korupsi pembahasan anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2012. Perempuan yang akrab disapa Angelina Sondakh itu merupakan Puteri Indonesia 2001. 

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : (tyo/c18/fal)


Artikel yang berjudul “KPK Ajak Puteri Indonesia Jadi Agen Antikorupsi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment