Laporan Reuters Ungkap Rekaman CVR Jatuhnya Lion Air PK-LQP - Jelajah Nasional

Thursday, March 21, 2019

Laporan Reuters Ungkap Rekaman CVR Jatuhnya Lion Air PK-LQP

Jelajah Nasional. Laporan Reuters, Rabu 20 Maret lalu mengungkapkan petunjuk terbaru tentang jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 PK-LPQ jurusan Jakarta- Pangkalpinang di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018 lalu.

Informasi eksklusif reuters ini berdasarkan keterangan tiga orang sumber yang mengetahui isi  cockpit voice recorder atau CVR Lion Air JT 610. Reuters tak memiliki rekaman tersebut.

Selain itu, Bloomberg mengungkapkan satu hari sebelum kecelakaan pesawat, seorang pilot lain telah menyelesaikan masalah bahaya yang serupa. Tetapi pada hari berikutnya pilot itu tidak ada dan tragedi pun terjadi.

Pesawat ini dikemudikan Kapten Pilot berkebangsaan India, Bhavye Suneja. Sementara co-pilot adalah Harvino, warga negara Indonesia.

Salah satu sumber yang diwawancarai oleh Reuters mengungkapkan kopilot ternyata sempat melaporkan ‘masalah pada kendali penerbangan’ kepada pihak air traffic control (ATC) setelah dua menit lepas landas dari Soekarno-Hatta. Kopilot pun mengatakan pihaknya ingin mempertahankan ketinggian pesawat di 5.000 kaki.

Black Box Lion Air JT 610 dari kedalaman sekitar 30 meter yang diangkat dari perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018). (Screenshoot TV One)

Sumber Reuters lainnya mengungkapkan ada indikator yang menunjukkan masalah pada pesawat itu pada layar pilot, bukan di layar kopilot.

Terungkap menurut sumber Reuters yang meminta namanya dirahasiakan, pilot ternyata berupaya keras untuk menaikkan pesawat. Namun komputer, yang salah mendeteksi kondisi stall yakni ketika pesawat kehilangan daya angkat,  terus menekan hidung pesawat menggunakan sistem trim. Sebuah penerbangan yang normal, sistem trim ini berfungsi mengkondisikan permukaan pesawat tetap terbang lurus.

Saat kondisi inilah mereka ingin mengetahui kenapa pesawat menukik ke bawah. Kapten pesawat segera mencari melalui panduan di manual book. Saat itulah kopilot tak mampu mengendalikan pesawat.

Sebelum panduan ditemukan, pesawat sudah jatuh ke laut. Semua penumpang yang berjumlah 189 orang meninggal dunia.

Sumber ketiga yang diberitakan Reuters menyebutkan, kondisi ini seperti ujian di mana ada 100 pertanyaan. Ketika waktunya habis Anda hanya menjawab 75. Hingga terjadi kepanikan dan masuk kondisi time-out.

Namun, manual teknis yang disediakan oleh Boeing kepada pilot tidak menyebutkan bahwa mereka telah menambahkan perangkat lunak baru “Sistem Peningkatan Manuver” pada Boeing 737Max ini. Perangkat lunak  akan memaksa hidung pesawat menukik ke bawah ketika mendeteksi pesawat dalam bahaya.

Seorang tim memeriksa bagian dari penerbangan pesawat Lion Air JT 610 yang diambil dari perairan yang diyakini telah jatuh di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, 30 Oktober 2018 (Foto AP / Binsar Bakara via The Epochtimes)

Menurut “Der Spiegel”, perangkat lunak yang dipasang pada Boeing 737 Max hanya dilengkapi dengan satu sensor. Sedang kompetitornya, Airbus A320 memiliki tiga sensor sistem yang serupa. Setidaknya harus ada dua informasi sensor yang cocok, komputer pesawat baru akan membuat keputusan.

Dibandingkan dengan Airbus A320, Boeing 737Max bisa memiliki kesalahan deteksi yang serius.

Menurut perkiraan awal, kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines yang baru-baru ini terjadi juga ada kaitannya dengan insiden Lion Air JT 610 PK-LQP.  Namun masih belum mencapai kesimpulan terakhir.

Boeing mengatakan mereka berencana untuk memperbarui perangkat lunak pada akhir Maret dan melakukan training untuk para pilot.

Selain itu, Uni Eropa dan Kanada menyatakan bahwa mereka akan secara independen meninjau kembali kinerja keselamatan Boeing 737.

Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS mulai melakukan pemeriksaan terhadap proses persetujuan Federal Aviation Administration atau FAA kepada Boeing 737Max.

Pada Selasa lalu Presiden Trump telah menunjuk Stephen Dickson, mantan eksekutif Delta Air Lines untuk menjadi kepala tetap FAA, sebuah badan yang menghadapi keamanan setelah terjadi dua kecelakaan pesawat dalam waktu kurang dari lima bulan terakhir ini. (lim/asr)


Artikel yang berjudul “Laporan Reuters Ungkap Rekaman CVR Jatuhnya Lion Air PK-LQP” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment