Pileg di Daerah Paling Rawan - Jelajah Nasional

Sunday, March 3, 2019

Pileg di Daerah Paling Rawan

Jelajah Nasional – Kerawanan pemilu menjadi atensi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sampai saat ini mereka terus berusaha mengantisipasinya dengan melakukan sejumlah persiapan. Mabes Polri sudah meminta seluruh jajaran polda maupun polres bersiap diri. Khususnya di daerah yang sudah terdata dalam peta kerawanan pemilu.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan, ada perbedaan signifikan antara Pemilu 2014 dan pemilu tahun ini. Sebab, masyarakat akan memilih presiden dan wakil presiden serta wakil rakyat secara serentak pada hari yang sama. Baik level DPRD kabupaten/kota, provinsi, maupun anggota DPR dan DPD di pusat.

Untuk itu, dibutuhkan persiapan matang agar pemilu (pilpres dan pileg) serentak berjalan lancar.

Pileg di Daerah Paling RawanKaropenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Dedi menyebutkan beberapa hal yang diantisipasi instansinya sebagai kerawanan. Di antaranya protes atau unjuk rasa. “Paling rawan pileg yang ada di daerah. Di antara pendukung caleg itu memiliki militansi tinggi,” ungkap dia.

Hal tersebut sangat mungkin terjadi lantaran antarcaleg dalam satu partai pun berebut kursi. Belum lagi aturan terkait ambang batas minimal yang jadi target setiap partai.

Dalam kondisi demikian, beber Dedi, praktik kampanye hitam, politik uang, sabotase, dan kemudian manipulasi hasil pemungutan suara rawan terjadi. Berdasar data dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), sedikitnya terdapat 15 daerah yang dinilai masuk kategori rawan. Di antaranya adalah Aceh, Papua Barat, Papua, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku, Lampung, Sumatera Barat, Jogjakarta, dan Nusa Tenggara Barat.

Dedi juga menjelaskan bahwa instansinya sudah memetakan daerah rawan berdasar perspektif keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kerawanan tinggi adalah Maluku Utara, Jakarta, Papua, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Maluku, Papua Barat, Aceh, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Tengah,” papar jenderal polisi dengan bintang satu itu.

Di level kabupaten/kota, beberapa daerah rawan juga sudah dipetakan Polri. Antara lain Boven Digul, Anambas, Halmahera Utara, Nduga, Puncak Jaya, Nabire, Waropen, Sarangi, dan Jaya Wijaya. Ada juga Gorontalo, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Depok, Ternate, Langsa, Banjar, Kepulauan Tidore, Bengkulu, dan Jogjakarta yang termasuk daerah yang ditandai Polri sebagai kabupaten/kota rawan.

Dari daerah-daerah tersebut, beberapa daerah di Papua termasuk yang dianggap rawan lantaran ada berbagai potensi gangguan yang bisa terjadi di sana. Dedi memastikan bahwa seluruh polda maupun polres sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, antara lain menggelar beberapa operasi. 

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : (syn/c9/git)


Artikel yang berjudul “Pileg di Daerah Paling Rawan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment