Simbol yang Digunakan Prabowo-Sandiaga adalah Simbol Pecundang - Jelajah Nasional

Saturday, March 30, 2019

Simbol yang Digunakan Prabowo-Sandiaga adalah Simbol Pecundang

Pilpres 2019 makin seru saja. Apalagi setelah terpilih dua pasang calon yang akan maju pada pemilihan presiden nanti. Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno. Kalau Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin mendapatkan nomor urut 1, maka Prabowo-Sandi mendapat nomor urut 2.

Bagi Jokowi dapat nomor urut 1 atau nomor urut 2 sama saja. Tidak ada pengaruhnya. Apalagi Jokowi pada tahun 2014 lalu memenangkan pilpres dengan nomor urut 2. Dan sekarang mendapatkan nomor urut 1 juga tidak masalah. Jokowi kelihatan happy-happy saja. Lihatlah begitu cerianya wajah Jokowi ketika mendapatkan urut nomor 1.

Tapi beda dengan Prabowo yang mendapatkan nomor urut 2. Terlihat sekali bagaimana Prabowo tertekan dengan angka tersebut. Tak ada keceriaan di wajahnya. Cemberut. Karena Prabowo memang mengharapkan dapat nomor urut 1, agar dapat meneriakkan tauhid.

Ketika Jokowi mendapatkan nomor urut 1, Jokowi langsung mengisyaratkan dengan telunjuknya yang melambangkan nomor satu. Tetapi beda dengan Prabowo, apakah ingin menggunakan simbol jari tengah dan telunjuk yang menunjukkan isyarat victory? Karena isyarat itu sudah digunakan oleh Jokowi pada pilpres 2014 lalu. Mana mungkin Prabowo akan meniru-niru isyarat tersebut bukan? Malu dong.

Kubu Prabowo pun mulai mereka-reka, isyarat apa yang paling bagus buat mengenalkan pasangan nomor urut 2 ini. Kalau menggunakan telunjuk dan jari tengah, tentu nanti dikira meniru-niru Jokowi pada pilpres 2014 lalu. Jadi, harus pakai apa? Masak pakai telunjuk dan kelingking dengan mengepalkan jari tengah, jari manis dan ibu jari seperti salam metal? Tentu salam ini tidak cocok buat Prabowo. Karena Prabowo bukan penggemar musik metal. Kalau Jokowi sih ok-ok saja.

Makanya sekarang kubu Prabowo bingung. Pakai yang ini salah, pakai yang itu salah. Apalagi sebelumnya mereka sudah teriak-teriak simbol angka nomor 2 itu tidak islami. Dan sekarang Prabowo justru mendapatkan angka 2. Harus pakai simbol yang bagaimana lagi? Agar tidak dikait-kaitkan dengan Jokowi, tidak bertentangan dengan Islam dan dapat diterima oleh semua kalangan kubu Prabowo.

Kemudian mereka menemukan sebuah simbol angka 2 yang cukup brilian menurut mereka. Simbol pistol yang mengarah ke atas. Dengan menggunakan jari telunjuk dan ibu jari. Wah, sebuah simbol yang keren. Simbol yang menurut mereka akan menjadi killer. Senjata pembunuh Jokowi. Jokowi akan dikalahkan. Sebuah simbol yang menurut mereka sangat cocok untuk nomor urut 2. Sip!

Tetapi apa yang terjadi kemudian? Membuat mereka langsung ciut. Simbol yang menurut mereka sangat membanggakan itu, ternyata mempunyai arti yang berbeda dari mereka bayangkan. Simbol jari telunjuk yang mengarah ke atas, dengan jari tengah, jari manis dan kelingking ditekuk serta ibu jari yang mengarah keluar, mempunyai arti yang berbeda. Simbol itu ternyata mempunyai arti pecundang alias loser! Hahahaha!

Bahasa isyarat dengan jari telunjuk mengarah ke atas, ibu jari mengarah keluar dan jari tengah, jari manis dan kelingking ditekuk itu memang mempunyai arti pecundang. Dan mungkin simbol ini memang cocok untuk Prabowo. Karena sudah beberapa kali gagal dalam pilpres baik sebagai cawapres mau pun sebagai capres.

Mau mentereng. Malah jadi bumerang bagi diri sendiri. Kalau melihat pasangan capres-cawapres nomor 2 ini memang mereka sering membuat blunder. Sering membuat move-move yang justru merugikan mereka sendiri.

Seperti kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet yang kenyataan bohong itu. Membuat masyarakat menjadi antipati kepada Prabowo. Prabowo dicap sebagai penyebar berita bohong, Dan ini tentu saja merugikan Prabowo sendiri.

Belum lagi Sandiaga Uno yang sering mengungkapkan hal-hal yang tidak masuk akal. Walau pun hal itu sengaja dilontarkan oleh Sandiaga Uno agar menjadi perbincangan tetap saja masyarakat akan menganggap Sandiaga Uno ini (maaf) bodoh, tidak tahu kondisi sebenarnya. Tidak tahu persoalan, tapi asal nyeplak.

Seperti tempe setipis kartu ATM, Tempe sachet. Harga nasi ayam di Jakarta lebih mahal dari chicken rice di Singapore. Dan segala macam hal yang absurd lainnya. Ini bukannya mendongkrak nama Sandiaga Uno tapi malah mendowngrade dirinya sendiri yang lulusan universitas luar negeri.

Kasihan bukan?

No comments:

Post a Comment