Sudah 3 Kali Debat, Jarak Suara Prabowo-Sandi Masih Jauh dari Petahana - Jelajah Nasional

Friday, March 22, 2019

Sudah 3 Kali Debat, Jarak Suara Prabowo-Sandi Masih Jauh dari Petahana

Jelajah Nasional – Tidak lama lagi pasangan calon presiden dan wakil presiden akan menggelar kampanye akbar. Kegiatan itu bisa dimanfaatkan untuk menyolidkan pendukung dan mengukur militansi pemilih.

Menjelang kampanye terbuka, elektabilitas calon penantang Prabowo-Sandiaga belum berhasil menyalip paslon petahana. Elektablitas pasangan nomor urut 02 itu masih tertinggal dari pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, elektabilitas Prabowo masih belum beranjak dari kisaran 30-an persen. Padahal debat capres dan cawapres sudah berlangsung tiga kali. Namun kubu penantang belum mampu mempertipis jarak ketertinggalannya.

Sudah 3 Kali Debat, Jarak Suara Prabowo-Sandi Masih Jauh dari PetahanaPara cawapres saat debat ketiga pada Minggu (17/3) lalu. (Issak Ramdhani/Jelajah Nasional)

Di sisi lain, suara Jokowi masih berada di atas 50-an persen. “Kisaran suara Jokowi 51,8 sampai 55,4 persen. Sementara dari sisi Prabowo, 32 sampai 37,3 persen. Jadi ruangnya (elektabilitasnya) masih di situ,” ujar Hasanudin, Jumat (22/3).

Masih tebalnya jarak keunggulan Jokowi atas Prabowo ini sejalan dengan hasil survei hampir seluruh lembaga di Indonesia. Walhasil, kampanye terbuka yang akan dibuka mulai Minggu (24/3) membuka peluang bagi Jokowi untuk terus memperlebar jarak keunggulannya atas Prabowo.

Hasanudin menilai, kampanye terbuka akan punya dua fungsi penting. Pertama, semakin menyolidkan pemilih yang sudah menentukan pilihan. Kedua, mengukur militansi pemilih.

“Militansi bisa diukur dengan seberapa militannya pendukung untuk hadir ke kampanye. Sebab bagaimana pun juga pemilu itu adalah kesukarelaan untuk memilih. Militansi pemilih akan terlihat dari kehadiran mereka nanti ke TPS,” kata Hasanudin.

Kampanye terbuka juga menjadi kesempatan kedua pasangan untuk meyakinkan pemilih yang belum menentukan suaranya. Karena itu, dalam kampanye terbuka pasangan calon diimbau untuk tak sekadar kampanye simbol tapi juga program.

Kampanye program merupakan hal yang selalu dilakukan pasangan Jokowi-Ma’ruf. Ini seperti kampanye sosialisasi program prakerja, sembako murah, serta beasiswa di jenjang perguruan tingggi.

Sebaliknya kubu Prabowo lebih kepada permainan gimmick dan eksploitasi terhadap kasus personal. Hal inilah yang sempat dikritik oleh guru besar UI, Hasbullah Thabrany. Menurutnya, kebiasaan Sandi mengeksploitasi kasus personal masyarakat tidak akademis. Hal itu dinilai sekadar gimmick politik. Sebab masalah satu orang belum bisa dikatakan mewakili masalah Indonesia secara umum.

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : Khafidul Ulum

Copy Editor : Fersita Felicia Facette


Artikel yang berjudul “Sudah 3 Kali Debat, Jarak Suara Prabowo-Sandi Masih Jauh dari Petahana” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment