Jakarta : Memperingati 20 Tahun Permohonan Damai 25 April Praktisi Falun Gong - Jelajah Nasional

Sunday, April 21, 2019

Jakarta : Memperingati 20 Tahun Permohonan Damai 25 April Praktisi Falun Gong

Jelajah Nasional. Praktisi Falun Gong atau Falun Dafa dari sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang mengelar peringatan permohonan damai 25 April 1999 di depan kedutaan Besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4/2019).

Sejumlah spanduk turut dibentangkan di sepanjang jalan depan Kedubes RRT itu. Spanduk yang dibentangkan tertulis “Partai Komunis China Membunuh Praktisi Falun Gong dan Menjual Organnya.”Tulisan spanduk lainnya adalah “China is Not The China Communist Party.” Selain itu, “Hentikan Penindasan terhadap Praktisi Falun Gong di China.” Pesan di spanduk-spanduk tersebut menarik perhatian masyarakat yang melintasi kawasan tersebut.

Warga melintasi spanduk saat kegiatan Praktisi Falun Gong atau Falun Dafa dari sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang mengelar peringatan permohonan damai 25 April 1999 di depan kedutaan Besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu 20 April 2019

Falun Dafa atau Falun Gong adalah sebuah latihan kultivasi jiwa dan raga yang berasimilasi dengan karakter tertinggi alam semesta Sejati, Baik, Sabar sebagai fundamental, dengan karakter tertinggi alam semesta sebagai pembimbing, mengolah jiwa dan raga sesuai prinsip alam semesta. Latihan Falun Gong ini terdiri dengan 5 perangkat gerakan termasuk meditasi yang mulai diperkenalkan di Tiongkok sejak 1992 silam dan kini telah menyebar ke sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia. 

Warga melintasi spanduk saat kegiatan Praktisi Falun Gong atau Falun Dafa dari sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang mengelar peringatan permohonan damai 25 April 1999 di depan kedutaan Besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu 20 April 2019

Pada 25 April 1999 silam lebih dari 10.000 praktisi Falun Gong dengan tertib dan damai mengajukan permohonan atas hak mereka untuk berlatih Falun Gong tanpa gangguan ke Kantor Permohonan Negara di Zhongnanhai, Beijing.

BACA JUGA : Tipu-tipu Partai Komunis di Balik Fakta Permohonan Massal 25 April oleh Praktisi Falun Gong

Permohonan itu dipicu oleh penangkapan puluhan praktisi beberapa hari sebelumnya di Kota Tianjin. Mereka yang ditangkap sebelumnya secara damai mencoba menjelaskan fakta kebenaran kepada sebuah media yang menyebarkan fitnahan tentang Falun Gong.

Warga melintasi spanduk saat kegiatan Praktisi Falun Gong atau Falun Dafa dari sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang mengelar peringatan permohonan damai 25 April 1999 di depan kedutaan Besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu 20 April 2019

Ketika itu, Perdana Menteri Zhu rongji menemui perwakilan praktisi dan langsung memerintahkan pembebasan terhadap puluhan praktisi Falun Gong yang ditahan tanpa dasar. Namun beberapa bulan kemudian, Sekjen Partai Komunis Tiongkok kala itu, Jiang Zemin -karena iri hati yang mendalam atas perkembangan pesat terhadap Falun Gong – memutarkabalikkan permohonan damai itu sebagai pengepungan.

Ketika itu, Jiang akhirnya secara pribadi memerintahkan pemusnahan Falun Gong dengan tiga kebijakan yakni Cemarkan Reputasinya, Bangkrutakan secar Finansial dan Hancurkan Secara Fisik.  

Warga melintasi spanduk saat kegiatan Praktisi Falun Gong atau Falun Dafa dari sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang mengelar peringatan permohonan damai 25 April 1999 di depan kedutaan Besar Tiongkok di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu 20 April 2019

Ketua Himpunan Falun Dafa Indonesia, Gatot Machali mengatakan peringatan 25 April sekaligus menandai 20 tahun berlangsungnya penganiayaan berutal rezim Partai Komunis Tiongkok terhadap praktisi Falun Gong.

BACA JUGA : Unjuk Rasa Damai untuk Memperingati Peristiwa Bersejarah 20 Tahun yang Lalu

Menurut dia, metode penempaan jiwa raga Tiongkok tradisional ini berpedoman pada prinsip Sejati-Baik-Sabar, telah dijadikan “Musuh negara.” Padahal sebelumnya, Falun Gong banyak menuai pujian media negara karena berkontribusi besar dalam hal mengehemat biaya kesehatan negara. Bahkan telah dipromosikan ke berbagai negara Eropa.

Ketua Himpunan Falun Dafa Indonesia, Gatot Machali membacakan press release “Peringatan permohonan Damai 25 April”

Kebijakan genosida Jiang Zemin tersebut telah menyebabkan puluhan ribu praktisi Falun Gong kehilangan jiwa mereka, cacat secar permanen, belum laga keluarga harmonis yang tercerai berai dan derita lainnya. Namun demikian, praktisi Falun Gong di Tiongkok maupun di mancanegara tak pernah membalasa kejahatan ini dengan kekerasan.

Gatot menambahkan, banyak yang awalnya membenci Falun Gong karena salah paham akibat terkelabui propaganda kebohongan yang disebarkan oleh media-media dikendalikan oleh Partai Komunis Tiongkok, kini telah berbalik mendukung Falun Gong. Tak hanya itu, banyak pemerintahan dan parlemen di berbagai negara telah menyerukan penghentian penganiayaan irasional rezim komunis ini.

Meski demikian, pencemaran dan fitnahan secara massif oleh rezim komunis Tiongkok tentang Falun Gong pada akhirnya akan terungkap secara jelas. Kebohongan-kekerasan-kebencian yang senantiasa menjadi karakter yang melekat terhadap Partai Komunis tidak akan pernah dapat memusnahkan Sejati-Baik-Sabar.

“Hari ini, sekali lagi kami praktisi Falun Gong berkumpul bersama di depan perwakilan Komunis Tiongkok untuk menyerukan penghentian segera penganiayaan PKT terhadap Falun Gong dan kami secara konsisten menyuarakan ini hingg hari di mana penganiayaan diakhiri,” ungkap Gatot. (asr)

Suasana kegiatan permohonan damai 25 April di depan kedubes RRT, Jakarta 20 April 2019Suasana kegiatan permohonan damai 25 April di depan kedubes RRT, Jakarta 20 April 2019Suasana kegiatan permohonan damai 25 April di depan kedubes RRT, Jakarta 20 April 2019Suasana kegiatan permohonan damai 25 April di depan kedubes RRT, Jakarta 20 April 2019

 

Video Rekomendasi : 


Artikel yang berjudul “Jakarta : Memperingati 20 Tahun Permohonan Damai 25 April Praktisi Falun Gong” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment