Lihat Racun Demokrasi, Langsung Tegur - Jelajah Nasional

Saturday, April 6, 2019

Lihat Racun Demokrasi, Langsung Tegur

Jelajah Nasional – Lapangan Silang Monas kemarin (5/4) pagi dipenuhi massa berbaju putih. Bagian depan kaus mereka bertulisan Sukseskan Pemilu Pilpres Serentak 2019. Mereka adalah aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kementerian Dalam Negeri.

Para ASN tersebut mengikuti apel rutin pagi yang dipimpin Mendagri Tjahjo Kumolo. Selain apel, mereka menyuarakan ikrar untuk menjaga Pemilu 2019 secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil).

Tjahjo menjelaskan, itu merupakan wujud komitmen jajaran Kemendagri. Sebagai ASN, mereka memiliki andil untuk menjaga kesuksesan Pemilu 2019. Apel kemarin merupakan apel kedua mereka.

Setiap Jumat kini jajaran Kemendagri memang rutin mengucapkan ikrar untuk menjaga pemilu. Apel tersebut biasanya dilakukan saat pagi dan sore. ”Semua di Kemendagri ikut serta. Menteri, pejabat, hingga karyawan yang ada di dalamnya,” kata Tjahjo.

Ada beberapa hal yang ditekankan Tjahjo dalam apel tersebut. Salah satunya adalah menentang racun demokrasi yang bisa merusak persatuan dan kesatuan. Di antaranya, kampanye yang bermuatan ujaran kebencian, fitnah, SARA, dan hoaks serta politik uang.
ASN melakukan ikrar lawan hoax dan menegakkan netralitas. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Jika menemui praktik kampanye tersebut, Tjahjo meminta jajarannya melakukan teguran secara langsung. ”Kita seharusnya percaya penuh kepada KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara. Juga jajaran lain yang terkait seperti TNI dan Polri,” ungkap pria kelahiran Surakarta tersebut.

Dia juga meminta jajarannya turut serta dalam pemilu kali ini. Misalnya, mengingatkan ke­rabat terdekat masing-masing untuk datang ke TPS dan menggunakan haknya sebagai warga negara. Dengan demikian, angka golput dalam pemilu kali ini bisa ditekan.

Caranya, memberikan instruksi ke seluruh lini jajaran, termasuk mereka yang bertugas di beberapa daerah, untuk menggerakkan dan mengorganisasi masyarakat dalam merekam e-KTP.

Saat ini pemerintah sudah memberikan kebebasan. Warga bisa menggunakan surat keterangan (suket) pada hari pemungutan suara. Pemilih tersebut akan masuk dalam daftar pemilih khusus (DPK) yang memilih pada jam-jam terakhir pencoblosan. ”Suket ini tidak bisa dimanipulasi karena juga ada NIK-nya,” tegas Tjahjo.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (bin/syn/c5/git)


Artikel yang berjudul “Lihat Racun Demokrasi, Langsung Tegur” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment