Nota Keberatan NU Karena Benderanya Dipakai Sandiaga Berkampanye - Jelajah Nasional

Sunday, April 7, 2019

Nota Keberatan NU Karena Benderanya Dipakai Sandiaga Berkampanye

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lumajang Jawa Timur menyatakan kecewa dan keberatan atas pengibaran bendera NU dalam kampanye Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Lumajang, Kamis (4/4) silam. Keberatan disampaikan lewat nota Nomor 209/PC/A.II/L.29/I/2019.

Nota keberatan ditandatangani oleh Rais Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang Husni Zuhri, Katib Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang Moh. Darwis, Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang Mas’ud, dan Sekretaris Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang Mughits Naufal.

Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang Mas’ud menyatakan nota keberatan itu resmi dikeluarkan oleh Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang.

“Keberatan disampaikan karena bendera NU digunakan untuk aksi kampanye, sekali lagi bendera,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (6/4).

Mas’ud mengatakan nota keberatan tersebut tidak secara khusus dikirimkan kepada Badan Pemenangan Nasional. Keberatan dikeluarkan kepada semua orang supaya ke depan tidak ada lagi pihak-pihak yang menggunakan bendera NU untuk kampanye politik.

“Kami cukup sampaikan ke media bahwa kami keberatan, tidak menuju ke sebuah alamat atau sekratariat tertentu, tidak,” katanya.

Sebagai informasi, dalam kampanye akbar yang digelar di Stadion Semeru, Lumajang, Jawa Timur lalu Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengibarkan bendera NU.

Pengibaran bendera dilakukan di hadapan ribuan pendukungnya. Dalam nota keberatan tertanggal 6 April tersebut, pengurus NU Cabang Kabupaten Lumajang menilai pengibaran bendera NU yang dilakukan Sandiaga Uno dalam kampanye politiknya tersebut merupakan pelecehan.

Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang mengatakan bendera NU merupakan kehormatan Jam’iyah bagi organisasi mereka. Bendera tersebut mencerminkan nilai luhur dan harakah perjuangan NU dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

“Kami menyampaikan bahwa tindakan pengibaran bendera NU dalam kegiatan kampanye politik semacam itu adalah bentuk pelecehan kepada Jam’iyah Nahdlatul Ulama yang dapat menimbulkan gesekan horisontal di tengah masyarakat,” demikian tertulis dalam nota keberatan.

Atas kejadian tersebut, ia berharap pihak pasangan capres dan cawapres yang menggunakan bendera NU untuk kampanye segera bertanggung jawab.

“Ketika mereka melakukan kesalahan kode etik menggunakan alat institusi, bagaimana etika ketimuran kita. Mestinya permohonan maaf dan klarifikasi itu sangat penting untuk menjaga ketenangan,” katanya.

No comments:

Post a Comment