Tidak Ingin Kerusuhan Mei 98 Terulang - Jelajah Nasional

Sunday, April 7, 2019

Tidak Ingin Kerusuhan Mei 98 Terulang

Jelajah Nasional – Polda Jawa Timur telah menahan dan menetapkan Arif Kurniawan Radjasa sebagai tersangka kasus ujaran kebencian. Saat diperiksa polisi, pria yang akun Facebook (FB)-nya menggunakan nama Antonio Banerra itu mengaku mem-posting ujaran kebencian karena pengalaman kelam pada masa lalu. Namun, proses hukum tetap berjalan.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan, Arif mengaku tidak ada yang memengaruhinya untuk membuat posting-an bernuansa SARA tersebut. Termasuk ketika dirinya mencatut nama Jawa Pos National Network (JPNN) yang disebut sebagai perusahaan tempatnya bekerja.

Berdasar hasil penyidikan, Yusep menilai, Arif memiliki trauma yang cukup berat akibat kejadian masa lalu. Beberapa saudaranya di Surabaya menjadi korban. Termasuk orang tuanya. Bahkan, Arif mengaku ada saudaranya yang sampai kehilangan nyawa dan menjadi korban pemerkosaan.

Yusep mengungkapkan, peristiwa itu seakan menjadi mimpi buruk bagi tersangka yang kini berusia 36 tahun tersebut. Pikirannya selalu terganggu ingatan kelam itu. Sebab, Arif mengaku melihat langsung peristiwa tersebut saat masih berusia 15 tahun.

Apakah tersangka menjadi tim sukses capres tertentu? Yusep belum bisa memastikan. Yang jelas, dari pengakuannya, Arif mengaku tidak pernah bersinggungan dengan politik. Baik partai maupun calon yang diusung. ”Jadi, (posting-an SARA, Red) murni dari pikirannya sendiri,” tegasnya.
Arif Hikmawan, pemilik akun Facebook Antonio Banert (berbaju tahanan) saat berada di Polda Jawa Timur. Dia telah membuat berita bohong dan meresahkan masyarakat. Selain itu dia juga mencatut nama JPNN sebagai tempat dia bekerja. Minggu (7/4). (HARIYANTO TENG/JAWA POS)

Perwira dengan tiga melati di pundak itu menyatakan, Arif sebelumnya merupakan tenaga marketing di salah satu perusahaan TV kabel. ”Tersangka baru dipecat pada Januari lalu. Saat ini dia sibuk makelaran kucing persia dan angora,” jelasnya.

Mengenai motif tersangka, Yusep memastikan akan mendalaminya. Alasan peristiwa Mei 1998 menjadi informasi awal yang akan dikembangkan. ”Kami terus melakukan pendalaman karena ini menjadi atensi kepolisian,” katanya.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera memastikan Arif sudah berstatus tersangka dan ditahan. ”Ancaman hukumannya di atas lima tahun. Jadi, bisa langsung ditahan,” ujarnya kemarin (7/4).

Dia menuturkan, posting-an Arif memiliki pesan yang harus digarisbawahi. Dia menginginkan kerusuhan Mei 1998 tidak terulang. Sebab, saat kerusuhan itu pecah, salah satu etnis tertentu menjadi sasaran penjarahan, perampokan, serta pemerkosaan. ”Karena itu, ini menjadi atensi kami,” tuturnya.

Penjabat Sementara (Pjs) Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Cecep Susatya menyatakan, istri Arif sempat ikut diamankan pada Sabtu malam (6/4). Namun, yang bersangkutan sudah dipulangkan lantaran dianggap tidak terkait dengan perkara tersebut. ”Istrinya tidak mengetahui tulisan tersangka di Facebook.”


Artikel yang berjudul “Tidak Ingin Kerusuhan Mei 98 Terulang” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment