Tuduhan Rizieq Shihab Berpotensi Memprovokasi Umat - Jelajah Nasional

Wednesday, April 3, 2019

Tuduhan Rizieq Shihab Berpotensi Memprovokasi Umat

Imam besar FPI Habib Rizieq menyebut elite parpol pro-Jokowi mengontak para ketua TPS di Arab Saudi guna memuluskan pemenangan Jokowi. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta Habib Rizieq untuk tak asal menuding.

“Jangan gampang menuding,” ujar juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).

Ace meminta Habib Rizieq untuk tak asal meneruskan informasi sebelum melakukan verifikasi. Hal itu justru akan menjadi fitnah belaka. Selain itu, informasi yang belum benar kebenarannya tersebut pun rawan memprovokasi.

“Kalau Habib Rizieq hanya mendapat informasi dari orang lain, apakah sudah dilakukan tabayun (verifikasi) atau belum? Setiap info itu harus dipastikan kebenarannya. Menjelang pencoblosan itu banyak info yang berseliweran yang belum tentu benar,” tuturnya.

“Ingat, Habib Rizieq kan sedang di tanah suci. Tebarkan kesejukan. Kita harus memiliki komitmen bahwa pemilu itu harus kita sambut dengan kedamaian. Jangan selalu memprovokasi umat,” imbuh Ace.

Politikus Golkar itu pun mengimbau Habib Rizieq untuk segera melaporkan penemuannya kepada pihak yang berwenang. Sehingga akan terbuka secara terang benderang apakah tuduhan itu hanyalah fitnah, atau bukan.

“Lebih baik laporkan saja ke pihak yang berwenang. Siapa pihak yang mengiming-imingi uang itu? Kan proses pemungutan suaranya saja belum dimulai. Kita awasi bersama-sama. Tuduhan yang berdasar itu juga bagian dari intimidasi,” katanya.

Sebelumnya, Habib Rizieq menyebut beberapa ketua TPS yang ada di Arab Saudi dihubungi elite parpol pengusung capres Joko Widodo (Jokowi) serta mengiming-imingi sejumlah uang kepada mereka. Habib Rizieq mengatakan para ketua TPS diminta supaya surat suara tercoblos pada nama Jokowi.

“Bahkan belakangan ini kita juga mendapatkan informasi yang sangat-sangat memprihatinkan, di mana ada beberapa ketua TPS di kota-kota kecil di Saudi Arabia, seperti di Qasim, kemudian juga di Abha, Jizan, dan lain sebagainya, di mana di antara mereka ada yang ditelepon oleh beberapa pimpinan dari partai pengusung Jokowi. Mereka ditawarkan sejumlah uang, sejumlah fasilitas, dengan syarat kalau mereka mau melakukan apa yang mereka minta, yaitu seluruh kertas suara yang diperuntukkan bagi WNI yang ada di kota-kota kecil di Saudi Arabia semua ditusuk, dicoblos hanya untuk Jokowi,” ujar Rizieq dalam video yang ditayangkan Front TV, seperti dilihat detikcom, Senin (1/4).

KJRI Jeddah membantah pernyataan Habib Rizieq, yang menyebut Menlu Retno LP Marsudi mengimbau staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah di Arab Saudi agar memenangkan capres Jokowi. Hal itu dinyatakan tidak benar.

“Tidak benar bahwa Menlu RI mengajak pejabat dan staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk memenangkan salah satu calon pada Pemilu 2019,” demikian pernyataan KJRI Jeddah lewat pernyataan tertulis.

No comments:

Post a Comment