Kebal Hukum, Mafia BBM Subsidi Jenis Solar Milik Kopral Anto Kembali Beroperasi di Toyomerto
Serang - Sebelumnya dikabarkan tutup, kini dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah hukum Polresta Serang Kota kembali mencuat dan beroperasi secara terang-terangan.
Sebuah lapak yang disebut milik Kopral Anto yang berdiri tepat di samping SPBU Toyomerto, Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, terpantau kembali beroperasi.
Sebelumnya, lapak milik Kopral Anti dikabarkan telah ditutup setelah menjadi sorotan media dan aktivis. Namun fakta di lapangan, aktivitas dugaan penimbunan dan penyaluran BBM bersubsidi jenis solar tersebut kembali berjalan bebas di lokasi yang berbeda.
Kembalinya aktivitas lapak BBM di samping SPBU Toyomerto ini membuat Aang Ubay aktivis Banten angkat bicara dengan nada kecewa.
“Kami kira sudah tutup dan ditindak, ternyata buka lagi bahkan lebih terang-terangan. Ini persis di samping SPBU Toyomerto, Desa Toyomerto, Kramatwatu. Ada lapak milik Kopral Anto. Ini sudah jelas-jelas praktik mafia BBM subsidi,”ujar Aang.
Menurutnya, keberadaan lapak tersebut sangat mencolok dan diduga kebal hukum. Aktivitas keluar masuk truk modifikasi diduga terjadi setiap hari tanpa tersentuh aparat.
“Pertanyaannya, kenapa bisa buka lagi? Ada apa dengan Polresta Serang Kota? Kenapa SPBU Toyomerto yang di sampingnya ada lapak BBM ilegal ini dibiarkan? Kami mendesak Kapolresta Serang Kota dan Kapolda Banten yang baru, Irjen Pol Hendra Kurniawan, untuk turun langsung sidak ke SPBU Toyomerto dan lapak di balik RM Majalengka itu,”tegasnya.
Aktivis menilai praktik mafia BBM subsidi ini merugikan negara dan masyarakat kecil yang seharusnya berhak mendapatkan BBM subsidi. BBM subsidi diduga ditimbun kemudian dijual kembali ke industri dengan harga tinggi.
“Ini merugikan rakyat. Solar subsidi untuk nelayan dan sopir, bukan untuk mafia. Kalau lapak Kopral Anto di belakang RM Majalengka samping SPBU Toyomerto ini dibiarkan, berarti ada pembiaran,” tambahnya.
Sementara itu, menurut Arya, orang yang ditugaskan menjaga lapak membenarkan bahwa lapak tersebut milik Kopral.
"Ini punya Kopral, tapi orangnya lagi di Bandung, lagi sekolah," ucapnya.
Lalu melalui pesan WhatsApp Arya mengirimkan pesan, "Jangan diberitain dulu ya, nanti pagi kita ngobrol lagi sama adenya kopral" namun kemudian pesan WhatsApp tersebut ditarik kembali.

Posting Komentar